Kompas.com - 17/05/2021, 11:48 WIB
Polisi menghukum warga yang melanggar aturan pengetatan Covid-19 di Gauhati, India, pada 14 Mei 2021. AP PHOTO/Anupam NathPolisi menghukum warga yang melanggar aturan pengetatan Covid-19 di Gauhati, India, pada 14 Mei 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Polisi India dilaporkan memukul seorang warga yang melanggar aturan pencegahan Covid-19, di tengah upaya meredam gelombang kedua yang mematikan.

Kabar ini terjadi setelah muncul kabar banyak jenazah ditemukan mengapung di Sungai Gangga, diduga dibuang oleh keluarga yang tak mampu membayar biaya kremasi.

Karena itu kepolisian di Uttar Pradesh sampai meminta warga untuk tidak membuang mayat keluarganya di sungai.

Baca juga: Kerap Pertanyakan Penanganan Pandemi, Ahli Virologi India Mundur dari Forum Penasihat Ilmiah

Hujan lebat membuat banyak sekali jasad terdampar di tepi sungai, terbungkus kain oranye, kuning, dan merah, membuat spekulasi merebak mereka korban Covid-19.

Navneet Sehgal, juru bicara pemerintah Uttar Pradesh membantah kabar 1.000 jasad korban virus corona terdampar dalam dua pekan terakhir.

"Saya bertaruh mayat-mayat ini tidak ada hubungannya dengan corona," tegas Sehgal dilansir The Sun Minggu (16/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehgal berasumsi banyak keluarga yang tidak mengkremasi kerabatnya, dan memilih menguburkan mereka di tepi sungai.

Ramesh Kumar Singh, anggota Bondhu Mahal Samiti yang membantu kremasi menyatakan, jumlah korban meninggal meningkat di area pedesaan.

Dia mengungkapkan banyak keluarga terpaksa menelantarkan mayat kerabatnya karena tak kuat dengan biaya pemakamannya.

Baca juga: Ratusan Mayat Ditemukan Terkubur Seadanya di Sepanjang Tepi Sungai India

Berdsarkan laporan setempat, biaya untuk melakukan upacara pemakaman mencapai 15.000 rupee, atau Rp 2,9 juta.

Halaman:
Baca tentang

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serba-serbi Museum CPC: 'Rumah Spiritual' Partai Komunis China

Serba-serbi Museum CPC: "Rumah Spiritual" Partai Komunis China

Global
Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Global
India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

Global
Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Global
Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Global
Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Global
Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Global
Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Global
WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

Global
Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Global
Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Global
Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Global
Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Global
PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

Global
Tim SWAT Tiba-tiba Lockdown Mall Setelah Terima Laporan Ada Penembak Aktif

Tim SWAT Tiba-tiba Lockdown Mall Setelah Terima Laporan Ada Penembak Aktif

Global
komentar
Close Ads X