Kerap Pertanyakan Penanganan Pandemi, Ahli Virologi India Mundur dari Forum Penasihat Ilmiah

Kompas.com - 17/05/2021, 09:50 WIB
Kerabat menguburkan tubuh korban Covid-19 di kuburan di New Delhi, India, Selasa (4/5/2021). AP PHOTO/ISHANT CHAUHANKerabat menguburkan tubuh korban Covid-19 di kuburan di New Delhi, India, Selasa (4/5/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com – Seorang ahli virologi terkemuka di India mengundurkan diri dari forum penasihat ilmiah yang bertugas untuk mendeteksi varian virus corona.

Forum penasihat ilmiah tersebut dibentuk oleh pemerintah India dan diberi nama INSACOG.

Baca juga: Ratusan Mayat Ditemukan Terkubur Seadanya di Sepanjang Tepi Sungai India

Ahli virologi bernama Shahid Jameel tersebut mengatakan kepada Reuters pada Minggu (16/5/2021) bahwa dia memutuskan untuk keluar dari INSACOG.

Dia keluar dari forum penasihat ilmiah tersebut setelah berpekan-pekan lamanya mempertanyakan penanganan pandemi oleh pihak berwenang.

Jameel juga menolak memberikan alasan mengapa dia mengundurkan dir dari forum penasihat ilmiah itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya tidak wajib memberikan alasan," kata Jameel dalam pesan teks kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa mengundurkan diri pada Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Terungkap, Banyak Jenazah Mengapung di Sungai India Rupanya Korban Covid-19

Sekretaris Departemen Bioteknologi yang membawahi INSACOG Renu Swarup tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan juga tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Sementara itu, seorang anggota INSACOG lainnya mengatakan, dia tidak mengetahui adanya perselisihan antara Jameel dan pemerintah.

Seorang ilmuwan terkemuka pemerintah yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, dia meyakini pengunduran diri Jameel tidak akan menghambat kinerja INSACOG.

Baca juga: Politikus India Sebut Virus Corona Berhak Hidup, Langsung Banjir Kecaman

Reuters melaporkan awal bulan ini bahwa INSACOG sudah memperingatkan pemerintah India pada awal Maret tentang varian baru dan lebih menular.

Varian virus corona B.1.617 tersebut adalah salah satu alasan melonjaknya kasus Covid-19 di India beberapa hari terakhir.

Jameel mengatakan kepada Reuters, dia prihatin bahwa pihak berwenang tidak cukup memperhatikan bukti saat mereka menetapkan kebijakan.

Baca juga: Sukarelawan Covid-19 Lintas Agama Bermunculan di India Atas Nama Kemanusiaan


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X