Akibat Rentetan Serangan Israel ke Jalur Gaza, 10.000 Warga Palestina Mengungsi

Kompas.com - 17/05/2021, 08:34 WIB
Warga Palestina menggelar shalat jenazah untuk dua wanita dan delapan anak dari keluarga Abu Hatab di Gaza City, yang tewas setelah serangan udara Israel pada Sabtu (15/5/2021). AP PHOTO/KHALIL HAMRAWarga Palestina menggelar shalat jenazah untuk dua wanita dan delapan anak dari keluarga Abu Hatab di Gaza City, yang tewas setelah serangan udara Israel pada Sabtu (15/5/2021).

RAMALLAH, KOMPAS.com – Akibat rentetan serangan Israel ke Jalur Gaza, lebih dari 10.000 warga di sana mengungsi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dalam pada pertemuan luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Minggu (16/5/2021).

Pertemuan tersebut digelar secara virtual untuk membahas serangan Israel di Palestina sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Baca juga: Israel Tuding Hamas Biang Keladi Serangan ke Gaza

Maliki menyatakan, Israel telah melakukan kejahatan dan menggunakan kekerasan terhadap orang-orang di Jalur Gaza yang sedang diblokade.

"Pengeboman biadab yang sedang berlangsung di Gaza telah menyebabkan lebih dari 10.000 warga Palestina mengungsi dan ratusan rumah hancur," kata Maliki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maliki menambahkan, Israel melancarkan serangan tanpa pandang bulu termasuk menyerang rumah-rumah milik warga Palestina.

Dia juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majelis Umum PBB, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan pengadilan internasional untuk bertindak.

Baca juga: Reaksi Dunia Saat Serangan Israel Bunuh Sedikitnya 140 Orang di Gaza

Selain itu, Maliki juga meminta OKI untuk membentuk front internasional guna mencegah kekerasan lebih lanjut dari Israel dan eskalasi yang berbahaya.

Dia menekankan bahwa upaya normalisasi dengan Israel sama saja mendukung sistem rasialis dan mendukung rezim apartheid.

Israel telah menggempur Jalur Gaza melalui serangan udara yang dimulai sekitar sepekan lalu atau sejak 10 Mei.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 197 orang, termasuk 34 wanita dan 58 anak-anak, serta melukai 1.235 orang lainnya.

Baca juga: PM Israel: Serangan Udara ke Gaza Akan Terus Berlanjut Selama Dibutuhkan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Klaim Gagalkan “Serangan Sabotase” pada Fasilitas Nuklirnya

Iran Klaim Gagalkan “Serangan Sabotase” pada Fasilitas Nuklirnya

Global
Ngobrol Langsung dengan Awak China di Luar Angkasa, Xi Jinping Puja-puji Astronotnya

Ngobrol Langsung dengan Awak China di Luar Angkasa, Xi Jinping Puja-puji Astronotnya

Global
Bintang TikTok Mesir Ini Divonis Penjara 10 Tahun, Dituding Memperdagangkan Manusia

Bintang TikTok Mesir Ini Divonis Penjara 10 Tahun, Dituding Memperdagangkan Manusia

Global
Faksi Gaza Ancam Israel: Tunda Bantuan Bisa Nyalakan Lagi Pertempuran

Faksi Gaza Ancam Israel: Tunda Bantuan Bisa Nyalakan Lagi Pertempuran

Global
Rusia Jatuhkan Bom dan Tembakan Peringatan ke Kapal Perang Inggris

Rusia Jatuhkan Bom dan Tembakan Peringatan ke Kapal Perang Inggris

Global
Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Global
Serba-serbi Museum CPC: 'Rumah Spiritual' Partai Komunis China

Serba-serbi Museum CPC: "Rumah Spiritual" Partai Komunis China

Global
Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Global
India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

Global
Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Global
Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Global
Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Global
Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Global
Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Global
WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

Global
komentar
Close Ads X