Kompas.com - 12/05/2021, 16:15 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjawab pertanyaan dalam konferensi pers perdananya di Ruangan Timur Gedung Putih, Washington DC, pada 25 Maret 2021. AFP PHOTO/JIM WATSONPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjawab pertanyaan dalam konferensi pers perdananya di Ruangan Timur Gedung Putih, Washington DC, pada 25 Maret 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersedia berbagi vaksin virus corona dan bantuan kemanusiaan lainnya, untuk membantu Korea Utara memerangi pandemi Covid-19.

Pemerintah AS meyakini, Korea Utara tidak akan siap untuk terlibat dengan AS sampai ancaman dari pandemi berlalu.

Oleh karena itu, “berbagi vaksin Covid-19 diharap dapat menggerakkan langkah untuk keterlibatan diplomatik awal,” kata pejabat saat ini dan mantan pejabat yang mengetahui diskusi internal kepada CNN pada Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Korea Utara Disebut Mau Melucuti Senjata Nuklirnya, Asalkan…

Tetapi beberapa pakar dan pejabat lainnya skeptis bahwa upaya kemanusiaan apa pun akan menarik Korea Utara ke meja perundingan. Itu mengingat desakan negara tersebut untuk mencabut sanksi.

"Diplomasi vaksin adalah upaya mudah untuk memecahkan kebuntuan ini. Sebab pemerintahan Biden tidak dapat berbuat banyak tentang pencabutan sanksi, sehingga mereka harus melihat insentif apa yang akan diberikan kepada Korea Utara," kata Sue Mi Terry, mantan analis Korea di CIA dan sekarang menjadi rekan senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Tapi menurutnya, "Itu tergantung pada seberapa putus asa Korea Utara."

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah AS saat ini sedang meninjau seluruh rencananya untuk berbagi vaksin dan pasokan tambahan Covid-19 untuk negara lain, dan Korea Utara hanyalah sebagian kecil dari teka-teki itu.

Namun, pejabat senior pemerintahan AS mengungkapkan bahwa Washington juga akan membutuhkan sistem, untuk menjamin vaksin berakhir di tangan rakyat Korea Utara dari rezim diktatornya.

"Sementara kami terbuka untuk mempertimbangkan permintaan Korea Utara untuk bantuan kemanusiaan, ini perlu disertai dengan pemantauan yang efektif untuk memastikan bahwa itu mencapai penerima yang dituju," kata pejabat senior pemerintah itu.

Baca juga: AS, Korsel, dan Jepang Bertemu di Sela-sela Rapat G7 untuk Bicarakan Korea Utara

Pejabat itu juga mengatakan saat ini belum ada rencana untuk berbagi vaksin dengan negara tersebut.

Halaman:
Baca tentang

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X