Bentrok Israel dan Palestina, Kenapa Kawasan Sheikh Jarrah Jadi Rebutan?

Kompas.com - 11/05/2021, 11:32 WIB
Seorang petugas medis Palestina berdebat dengan polisi Israel dalam bentrokan di luar Masjid Al-Aqsa pada Senin (10/5/2021). REUTERS via BBC INDONESIASeorang petugas medis Palestina berdebat dengan polisi Israel dalam bentrokan di luar Masjid Al-Aqsa pada Senin (10/5/2021).

YERUSALEM, KOMPAS.com - Bentrokan berdarah terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem pada Jumat malam waktu setempat (7/5/2021) setelah polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah para warga Palestina yang bersenjatakan batu.

Insiden ini terkait dengan ancaman pengusiran atas warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan, ungkap kantor berita Reuters merujuk laporan dari kedua pihak.

Baca juga: Kronologi Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa, Terparah sejak 2017


Ketegangan kembali muncul di Yerusalem dan wilayah pendudukan Tepi Barat selama bulan suci Ramadhan setelah beberapa kali bentrokan terjadi pada malam hari di Sheikh Jarrah - wilayah di mana banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran setelah sekian lama bersengketa secara hukum.

Seruan untuk menahan diri bagi kedua pihak telah dilontarkan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa Bangsa, sementara Uni Eropa dan Jordania menyatakan keprihatinan atas situasi yang memanas terkait ancaman pengusiran atas warga Palestina.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengapa konflik bisa pecah lagi?

Polisi Israel melempar granat ke arah orang Palestina yang membalas dengan lembaran batu dan benda lain dalam bentrokan di seputar Masjid Al-Aqsa di kawasan Yerusalem Timur yang diduduki Senin (10/5/2021).REUTERS via BBC INDONESIA Polisi Israel melempar granat ke arah orang Palestina yang membalas dengan lembaran batu dan benda lain dalam bentrokan di seputar Masjid Al-Aqsa di kawasan Yerusalem Timur yang diduduki Senin (10/5/2021).
Puluhan ribu warga Palestina berdatangan ke Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah satu tempat suci bagi umat Muslim, untuk shalat Jumat. Ini merupakan Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan tahun ini.

Setelah shalat, banyak yang memilih tidak langsung pulang untuk ikut aksi protes menentang pengusiran warga Palestina di wilayah yang diklaim pemukim Yahudi.

Aksi protes warga Palestina usai shalat Jumat di Masjid Al Aqsa (7/5/2021).ANADOLU AGENCY via GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Aksi protes warga Palestina usai shalat Jumat di Masjid Al Aqsa (7/5/2021).
Setelah berbuka puasa, pecah bentrokan di Al-Aqsa dan di dekat Sheikh Jarrah, yang terletak tak jauh dari Gerbang Damaskus yang terkenal di kawasan Kota Tua Yerusalem.

Polisi Israel menggunakan meriam air dari kendaraan lapis baja untuk membubarkan ratusan pemrotes yang berkumpul di dekat rumah-rumah keluarga yang terancam diusir.

Baca juga: Ini Penyebab Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan.REUTERS via BBC INDONESIA Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan.
Para pemrotes juga berasal dari kawasan lain. "Bila tidak mendukung kelompok warga di sini, (pengusiran) akan terjadi di rumah saya, rumah dia, rumah mereka, dan semua warga Palestina yang tinggal di sini," kata seorang pemrotes bernama Bashar Mahmoud, pemuda 23 tahun yang tinggal di kawasan Issawiya di wilayah Palestina.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X