Cerita Muslim Barcelona Buka Puasa dan Shalat Tarawih di Gereja Katolik

Kompas.com - 07/05/2021, 08:23 WIB
Pastor Peio Sanchez berbincang dengan para hadirin yang ikut berbuka puasa Ramadan di gereja Santa Anna di tengah pandemi Covid-19, di Barcelona, ??Spanyol, 28 April 2021. REUTERS/ALBERT GEA via VOA INDONESIAPastor Peio Sanchez berbincang dengan para hadirin yang ikut berbuka puasa Ramadan di gereja Santa Anna di tengah pandemi Covid-19, di Barcelona, ??Spanyol, 28 April 2021.

BARCELONA, KOMPAS.com - Berbagai pembatasan terkait Covid-19 menghalangi komunitas Muslim di Barcelona merayakan Ramadan di ruang-ruang tertutup. Sebuah gereja Katolik menawarkan serambinya yang luas dan terbuka bagi umat Islam untuk berbuka puasa dan salat tarawih.

Suara azan terdengar berkumandang di Gereja Katolik Santa Anna di Barcelona. Ya, di gereja, bukan di masjid.

Selama Ramadan, gereja itu memang menjadi tempat berkumpul komunitas Muslim Barcelona. Mereka menyelenggarakan iftar dengan menghadirkan makanan buatan sendiri untuk disajikan kepada sesama Muslim.

Baca juga: [Sejarah Islam] Sumur Zamzam dan Aliran Airnya yang Abadi

Setiap malam ada sekitar 50 hingga 60 Muslim hadir di gereja tua itu, dan kebanyakan dari mereka adalah tunawisma. Mereka berbuka puasa bersama, dan kemudian menjalankan shalat Tarawih. Beberapa sukarelawan gereja juga hadir membantu penyelenggaraan acara tersebut.

Setiap malam sekitar 50 hingga 60 Muslim, kebanyakan dari mereka adalah tunawisma, hadir untuk berbuka puasa Ramadan di gereja tua Santa Anna, Barcelona, Spanyol, di tengah pandemi Covid-19, 28 April 2021.REUTERS/ALBERT GEA via VOA INDONESIA Setiap malam sekitar 50 hingga 60 Muslim, kebanyakan dari mereka adalah tunawisma, hadir untuk berbuka puasa Ramadan di gereja tua Santa Anna, Barcelona, Spanyol, di tengah pandemi Covid-19, 28 April 2021.
Kegiatan Muslim di Gereja Santa Anna ini merupakan gagasan Faouzia Chati, presiden Asosiasi Perempuan Maroko di Catalonia. Ia dan rekan-rekannya dari asosiasi itu biasa menyelenggarakan acara seperti itu di ruang-ruang tertutup di Barcelona.

Namun, pembatasan berkumpul di dalam tempat-tempat tertutup memaksanya untuk mencari ruang alternatif dengan ventilasi yang baik dan ruang untuk menjaga jarak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebingungannya ini didengar Pastor Peio Sanchez, pemimpin Gereja Santa Anna. Ia memenuhi permintaan Chati untuk menggunakan gerejanya untuk kegiatan Muslim.

Faouzia Chati mengatakan, "Orang-orang sangat senang umat Islam bisa berbuka puasa di gereja Katolik, karena agama berfungsi untuk mempersatukan, bukan untuk memisahkan kita,” dikutip dari VOA Indonesia, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Kerja Berat Penggali Makam Covid-19 India: Shift 24 Jam dan Tak Bisa Puasa

Seorang pria memotret dengan ponsel, saat iftar Ramadan di gereja Santa Anna, Barcelona, Spanyol, di tengah pandemi Covid-19, 28 April 2021.REUTERS/ALBERT GEA via VOA INDONESIA Seorang pria memotret dengan ponsel, saat iftar Ramadan di gereja Santa Anna, Barcelona, Spanyol, di tengah pandemi Covid-19, 28 April 2021.
Pastor Sanchez setuju dengan Chati. Ia memandang kehadiran Muslim di gereja sebagai lambang koeksistensi beragama.

“Pertemuan agama bisa menjadi cara untuk menunjukkan koeksistensi sipil bahwa meskipun memiliki budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, agama yang berbeda, kami lebih mampu duduk dan berbicara daripada kebanyakan politisi, yang pada akhirnya lebih banyak berbicara tentang apa yang membedakan mereka, daripada apa yang bisa mempersatukan kita," jelasnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Tim Sepak Bola Nasional Myanmar Tak Mau Pulang, Cari Suaka di Jepang

Anggota Tim Sepak Bola Nasional Myanmar Tak Mau Pulang, Cari Suaka di Jepang

Global
Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Internasional
Kenapa Pemain Italia Suka Teriak Saat Nyanyi Lagu Kebangsaan? Ini Sejarahnya...

Kenapa Pemain Italia Suka Teriak Saat Nyanyi Lagu Kebangsaan? Ini Sejarahnya...

Global
1000 Lebih Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terserang Wabah Diare, 4 Orang Tewas

1000 Lebih Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terserang Wabah Diare, 4 Orang Tewas

Global
Remaja Palestina Tewas Ditembak oleh Militer Israel dalam Bentrokan di Tepi Barat

Remaja Palestina Tewas Ditembak oleh Militer Israel dalam Bentrokan di Tepi Barat

Global
'Batu Permata' Misterius Ditemukan di Afrika Selatan, 1.000 Lebih Orang Berburu Harta

"Batu Permata" Misterius Ditemukan di Afrika Selatan, 1.000 Lebih Orang Berburu Harta

Global
Pakar: Biden dan Putin Tidak Akan Berteman meski Pertemuan 'Sangat Konstruktif'

Pakar: Biden dan Putin Tidak Akan Berteman meski Pertemuan "Sangat Konstruktif"

Global
AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

Global
Sopir Truk Tewas Ditikam akibat Melerai Perkelahian Istri Tetangga

Sopir Truk Tewas Ditikam akibat Melerai Perkelahian Istri Tetangga

Global
Merasa Tidak Bahagia dan Ingin Dipenjara, Seorang Pria Bunuh Orang Lain

Merasa Tidak Bahagia dan Ingin Dipenjara, Seorang Pria Bunuh Orang Lain

Global
China Mengaku Ada Kerusakan di Pembangkit Nuklir Taishan

China Mengaku Ada Kerusakan di Pembangkit Nuklir Taishan

Global
Einstein Prediksi Bagaimana Israel Bakal Jatuh, Begini Ramalannya...

Einstein Prediksi Bagaimana Israel Bakal Jatuh, Begini Ramalannya...

Global
Kebakaran di Sebuah Desa di Myanmar, 200-an Rumah Jadi Abu

Kebakaran di Sebuah Desa di Myanmar, 200-an Rumah Jadi Abu

Global
Lebih Memihak Amerika, Ini Perbedaan antara Biden dan Trump Setelah Bertemu Putin

Lebih Memihak Amerika, Ini Perbedaan antara Biden dan Trump Setelah Bertemu Putin

Global
Pengacara Perawat Maradona: Dokter yang Membunuh Sang Legenda

Pengacara Perawat Maradona: Dokter yang Membunuh Sang Legenda

Global
komentar
Close Ads X