Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Kompas.com - 14/04/2021, 16:41 WIB
Pengawal Sipil Spanyol berdiri di luar mausoleum Valle de los Caidos (Valley of the Fallen) di San Lorenzo del Escorial pada 24 Oktober 2019, saat penggalian diktator Spanyol Francisco Franco. AFP PHOTO/MARISCALPengawal Sipil Spanyol berdiri di luar mausoleum Valle de los Caidos (Valley of the Fallen) di San Lorenzo del Escorial pada 24 Oktober 2019, saat penggalian diktator Spanyol Francisco Franco.

MADRID, KOMPAS.com - Pemerintah Perdana Menteri Sosialis Spanyol Pedro Sanchez memulai proses untuk membuka kuburan massal, yang berisi jenazah lebih dari 33.000 korban perang saudara pada 1936-1939 di negara itu.

Para pejabat meminta izin yang memungkinkan mereka mulai menggali jenazah dari The Valley of the Fallen, menurut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Spanyol yang diterbitkan Senin (12/4/2021).

Baca juga: Bandar Narkoba Spanyol Bangun Kapal Selam Khusus, Mampu Angkut 2 Ton Obat Terlarang

Mausoleum atau kuburan megah dan luas itu berada di pinggiran Madrid. Tempat itu dibangun oleh mantan diktator fasis Spanyol Francisco Franco.

Jenazahnya dimakamkan di ruang bawah tanah Basilika Salib Suci, dan beberapa di antaranya telah diklaim oleh anggota keluarga, menurut kementerian itu.

Proyek ini akan melibatkan pekerjaan konstruksi, yang akan memungkinkan pekerja mengakses dan memindahkan jasad dengan aman.

Permintaan itu diajukan setelah pemerintah menyetujui dana 665.000 euro (793.000 dollar AS) setara Rp 11,5 miliar untuk proyek tersebut pada 30 Maret.

Baca juga: Spanyol Sahkan UU Eutanasia untuk Bantu Seseorang Mengakhiri Hidup

Menurut pernyataan otoritas Spanyol kepada CNN, diperkirakan sejak 1959 jasad lebih dari 33.000 korban Perang Saudara Spanyol dikirim ke lokasi itu dari seluruh negeri. Ruang bawah tanah yang berisi jenazah belum dibuka sejak itu.

Analisis struktural dari kuburan bawah tanah dilakukan antara 2017 dan 2019. Ini memungkinkan para pejabat untuk mengidentifikasi kemungkinan untuk masuk ke dalamnya.

Pada 29 Maret, kementerian juga mengumumkan alokasi tiga juta euro (3,58 juta dollar AS) setara Rp 52,5 miliar.

Dana itu dialokasikan untuk program yang lebih luas, didedikasikan untuk "pencarian, identifikasi dan memberikan penghormatan kepada orang-orang yang hilang selama perang saudara dan kediktatoran."

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X