Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Kompas.com - 25/02/2021, 09:49 WIB
Dalam foto yang dirilis pemerintahan Korea Utara, Kim Jong Un hadir dalam pertemuan politbiro Partai Buruh di Pyongyang pada Selasa, 29 Desember 2020. Kim disebut bakal menggelar kongres partai berkuasa itu pada Januari. (Korean Central News Agency/Korea News Service via APDalam foto yang dirilis pemerintahan Korea Utara, Kim Jong Un hadir dalam pertemuan politbiro Partai Buruh di Pyongyang pada Selasa, 29 Desember 2020. Kim disebut bakal menggelar kongres partai berkuasa itu pada Januari.

 PYONGYANG, KOMPAS.com - Peretas Korea Utara diduga berusaha menerobos server data produsen vaksin dengan harapan mengumpulkan data ilmiah vaksin Covid-19 buatan Pfizer yang berbasis di Amerika Serikat, dan mitranya dari Jerman, BioNTech.

Melansir Business Insider pada Rabu (24/2/2021), pejabat intelijen di Eropa mengatakan data itu akan digunakan untuk membuat vaksin Covid-19 bajakan. Produk tersebut kemudian akan dijual di pasar gelap internasional.

Rencana itu kemungkinan dilancarkan sebagai bagian dari niat Korea Utara untuk mengumpulkan dana dalam mata uang asing. Pasalnya mata uang domestik negara diktator tersebut tidak berharga di luar perbatasannya.

Dua pejabat keamanan Eropa mengatakan percobaan intrusi dunia maya itu kemungkinan merupakan operasi resmi Korea Utara. 

Menurut kedua pejabat yang diberi pengarahan tentang operasi dunia maya tersebut, upaya itu juga terkait dengan pemberitaan November, tentang beberapa gangguan peretasan melalui infrastruktur jaringan Microsoft.

Baca juga: Hacker Korea Utara Hendak Curi Data Vaksin Pfizer

"Ini jelas merupakan upaya pengumpulan informasi daripada serangan virus jenis malware- or ransom biasa. Saya tidak akan membahas detail teknisnya tetapi kami telah mengembangkan banyak pengalaman dengan setiap jenis serangan," kata seorang pejabat Eropa, yang tidak akan disebut namanya karena sensitivitas situasi yang ekstrem.

"Korea Utara akan memiliki akses fisik ke vaksin Pfizer lama setelah mereka melihat versi China atau Rusia. Tetapi mereka ingin memutuskan mana yang paling mudah untuk dibajak dan diangkut untuk pasar gelap," kata pejabat itu.

Rusia dan China diperkirakan telah menjanjikan jutaan dosis ke Korea Utara secara gratis, meskipun negara tersebut mengklaim tidak pernah memiliki kasus Covid.

"Jadi mereka ingin melihat apakah vaksin Pfizer akan menjadi dosis yang layak untuk ditiru," tambah pejabat itu.

"Kami tidak memberikan informasi apa pun tentang apakah upaya peretasan itu berhasil, tetapi jika berhasil, saya curiga vaksin Pfizer akan memberikan terlalu banyak masalah manufaktur dan penyimpanan dibandingkan dengan vaksin Rusia atau China."

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Global
Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Global
Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Global
Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Global
Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Internasional
Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Global
Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Global
Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Global
[KISAH INSPIRASI ISLAM] Meneladani Sifat Umar bin Khattab

[KISAH INSPIRASI ISLAM] Meneladani Sifat Umar bin Khattab

Global
Brasil Peringatkan Warganya Tunda Kehamilan karena Varian Corona Brasil

Brasil Peringatkan Warganya Tunda Kehamilan karena Varian Corona Brasil

Global
AS Tarik Pasukan, Afghanistan Kembali ke Pangkuan Taliban?

AS Tarik Pasukan, Afghanistan Kembali ke Pangkuan Taliban?

Global
Israel Kembali Gempur Jalur Gaza Lewat Serangan Udara

Israel Kembali Gempur Jalur Gaza Lewat Serangan Udara

Global
Geng 4 Wanita Penghibur Ratu Elizabeth II Setelah Pangeran Philip Meninggal

Geng 4 Wanita Penghibur Ratu Elizabeth II Setelah Pangeran Philip Meninggal

Internasional
komentar
Close Ads X