Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Kompas.com - 25/02/2021, 08:34 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato dalam kunjungan ke Viral Pathogenesis Laboratory di National Institutes of Health, pada Kamis (11/2/2021). AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato dalam kunjungan ke Viral Pathogenesis Laboratory di National Institutes of Health, pada Kamis (11/2/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan akan mendistribusikan lebih dari 25 juta masker secara gratis ke seluruh AS.

Sebanyak 1.300 pusat kesehatan masyarakat dan 60.000 dapur makanan dan dapur sup akan menjadi target distribusi alat pelindung kesehatan tersebut. Biaya penyediaan masker diperkirakan sekitar 86 juta dollar AS (Rp 1,2 triliun), menurut Politico.

“Antara Maret dan Mei, pemerintah AS akan mengirim masker kain dengan kualitas baik. Tersedia dalam ukuran anak dan dewasa, yang dapat dicuci untuk digunakan kembali,” kata koordinator tanggapan Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients mengumumkan pada Rabu (24/2/2021).

Masker tersebut akan memenuhi ketentuan panduan virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Produk ini dibuat di AS dan tidak akan memengaruhi ketersediaan masker untuk petugas kesehatan.

"Tidak semua orang Amerika memakai masker secara teratur, tidak semua orang Amerika memiliki akses dan tidak semua masker sama," kata Zients melansir USA Today.

Oleh karena itu, aksi ini menurut pihaknya dapat membantu menyamakan kedudukan semua orang. Termasuk memberikan kualitas masker yang baik khususnya bagi populasi yang rentan dan masyarakat berpendapatan rendah.

Baca juga: Sempat Klaim Covid-19 Hilang Hanya Pakai Doa, Presiden Tanzania Akhirnya Desak Warga Pakai Masker

CDC telah merekomendasikan penggunaan masker sebagai langkah kunci untuk membatasi penyebaran Covid-19.

Presiden Joe Biden meminta setiap orang AS mengenakan masker selama 100 hari pertamanya menjabat. Administrasi Biden juga mewajibkan masker di gedung federal dan di transportasi umum.

Pendekatan ini jauh berbeda dengan tanggapan pandemi yang dilakukan dalam pemerintahan AS sebelumnya di bawah pimpinan Donald Trump.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, dalam kemitraan dengan Departemen Pertahanan, akan mengirimkan masker ke Pusat Kesehatan Berkualitas Pemerintah Federal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Global
Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Global
Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Global
Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Global
Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Global
KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

Global
KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

Global
53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

Global
Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Global
Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Global
Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
komentar
Close Ads X