Pandemi Covid-19 Membuat Bisnis Prostitusi Legal di Nevada Menjadi Tabu

Kompas.com - 21/02/2021, 12:18 WIB
Foto ini diambil pada Senin, 8 Februari 202, menunjukkan sosok pekerja seks Allissa Star yang berpose untuk sebuah foto di sepanjang pantai utara Sungai Allegheny di Pittsburgh. Starr bekerja sekitar satu minggu setiap bulan di rumah bordil di Pahrump, Nevada, di luar Las Vegas. Pandemi menyebabkan penutupan perbatasan Nevada, satu-satunya tempat di mana prostitusi legal di negara bagian itu, dan mereka tetap ditutup sejak Maret, membuat pekerja seks seperti Starr berjuang untuk membayar tagihan dan beralih ke alternatif seperti kencan virtual. AP/KEITH SRAKOCICFoto ini diambil pada Senin, 8 Februari 202, menunjukkan sosok pekerja seks Allissa Star yang berpose untuk sebuah foto di sepanjang pantai utara Sungai Allegheny di Pittsburgh. Starr bekerja sekitar satu minggu setiap bulan di rumah bordil di Pahrump, Nevada, di luar Las Vegas. Pandemi menyebabkan penutupan perbatasan Nevada, satu-satunya tempat di mana prostitusi legal di negara bagian itu, dan mereka tetap ditutup sejak Maret, membuat pekerja seks seperti Starr berjuang untuk membayar tagihan dan beralih ke alternatif seperti kencan virtual.

LAS VEGAS, KOMPAS.com - Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Nevada yang bergantung pada turis memiliki daya tarik tersendiri.

Nevada adalah satu-satunya tempat di Amerika di mana seseorang mampu membayar secara legal untuk mendapatkan "layanan seks".

Namun, di tengah pandemi virus corona, meski negara bagian itu sudah "terbiasa dengan dosa", bisnis layanan seksual kini menjadi tabu.

Hampir setahun ini, rumah bordil telah ditutup, membuat para pekerja seks komersil menawarkan alternatif yang kurang menguntungkan dalam segi finansial.

Para pekerja seks kini menawarkan kencan online atau layanan pendamping non-seksual.

Baca juga: Ketika Rumah Bordil Terbesar Eropa Tumbang oleh Corona

Kebanyakan para pekerja seks berlisensi telah berjuang memenuhi syarat mereka agar mendapatkan tunjangan pengangguran sejak penutupan dimulai pada Maret 2020.

Beberapa dari mereka lebih memilih tertutup, menyembunyikan pekerjaan mereka, menawarkan seks secara ilegal.

Meskipun bisnis rumah bordil legal mungkin tampak tak sesuai dengan aturan jaga jarak sosial, pekerja seks dan pemilik rumah prostitusi itu membandingkan pekerjaan mereka dengan layanan kontak fisik dekat lainnya; terapi pijat dan layanan gigi.

Pekerja seks dan pemilik bisnis prostitusi mengatakan bordil harus diizinkan dibuka kembali dengan berbagai tindakan perlindungan seperti layanan pijat dan layanan gigi.

“Kami dapat dengan mudah melakukan pekerjaan dengan jarak satu lengan, sama seperti yang mereka lakukan di panti pijat, yang buka di negara bagian Nevada,” kata pekerja seks Alice Little dikutip Associated Press (AP).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

Internasional
Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Global
Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Global
Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Global
Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Global
Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Global
Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
komentar
Close Ads X