Kompas.com - 17/02/2021, 12:33 WIB
Pfizer mengatakan bahwa 99 persen protein dalam varian baru virus masih sama. (AP: Mike Morones) AP/MIKE MORONES via ABC INDONESIAPfizer mengatakan bahwa 99 persen protein dalam varian baru virus masih sama. (AP: Mike Morones)

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang luncurkan vaksinasi Covid-19 pada Rabu (17/2/2021) setelah pemerintahnya memberikan persetujuan yang terlambat lapor Associated Press (AP).

Vaksin yang dikembangan Pfizer itu baru dikampanyekan di Jepang sementara di Amerika Serikat (AS) dan banyak negara lain sudah dilakukan sejak 2 bulan lalu.

Untuk beberapa kasus di Jepang, efek samping vaksin yang relatif jarang membuat orang-orang tidak terburu-buru menerima suntikan.

Keengganan itu bisa menjadi masalah besar untuk Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan pada musim panas tahun ini setelah ditunda setahun karena Covid-19.

Baca juga: Update Covid-19 di Dunia: 110 Juta Kasus, 2,4 Juta Orang Meninggal | Kekurangan Jarum Suntik Hambat Upaya Vaksinasi di Jepang

Kenapa bisa terlambat?

Pemerintah Jepang ingin melakukan pengujian klinis terlebih dahulu di Jepang selain uji multinasional Pfizer yang tidak mencakup Jepang.

Banyak negara yang menerima hasil tes Pfizer yang dirilis pada November dan lansung memvaksinasi warganya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pfizer mengajukan permohonan persetujuan darurat di Jepang pada Desember, berdasarkan data luar negeri, tetapi Tokyo menunggu hasil tes di Jepang yang diajukan pada akhir Januari sebelum memberikan lampu hijaunya pada Minggu.

Semua proses itu terjadi dalam dua bulan, jauh lebih cepat dari rata-rata satu tahun yang biasanya terjadi di Jepang, yang dikenal sangat berhati-hati dan agak tersendat dalam birokrasi.

Proses persetujuan untuk pemasok vaksin lain, AstraZeneca, baru dimulai baru-baru ini, sedangkan pemasok ketiga, vaksin Moderna belum terdaftar di Jepang.

Baca juga: Jepang Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 dari Pfizer

Jepang perlu banyak data untuk percaya

Orang-orang di Jepang sering kali skeptis tentang vaksin, dan para pejabat pemerintahnya merasa mereka perlu menangani masalah keamanan secara menyeluruh.

Menteri Kesehatan Jepang, Norihisa Tamura mengatakan pekan lalu bahwa tes Pfizer di Asia "hanya sebagian kecil".

Taro Kono, Menteri Reformasi Administrasi untuk vaksinasi, membela penundaan yang dilakukan pemerintah Jepang.

“Lebih penting bagi pemerintah untuk menunjukkan kepada warganya bahwa semua upaya telah dilakukan” untuk mendorong vaksinasi, kata Kono.

Baca juga: Jepang Berencana Perpanjang Status Darurat Demi Tekan Penyebaran Covid-19


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Sindir Barat dengan Kartun Menakutkan “Perjamuan Terakhir” Pemimpin G7

China Sindir Barat dengan Kartun Menakutkan “Perjamuan Terakhir” Pemimpin G7

Global
Seorang Pria Bunuh dan Makan Jasad Ibunya Divonis 15 Tahun 5 Bulan Penjara

Seorang Pria Bunuh dan Makan Jasad Ibunya Divonis 15 Tahun 5 Bulan Penjara

Global
1.000 Tahun Hanya untuk Laki-laki, Paduan Suara Tertua Dunia Akhirnya Terbuka Bagi Perempuan

1.000 Tahun Hanya untuk Laki-laki, Paduan Suara Tertua Dunia Akhirnya Terbuka Bagi Perempuan

Global
China Luncurkan Serangan Udara Terbesar ke Taiwan

China Luncurkan Serangan Udara Terbesar ke Taiwan

Global
POPULER GLOBAL: Kaum Muda China Muak Kejar Sukses Pilih Rebahan | PM Israel Baru Sama Buruknya dengan Sebelumnya

POPULER GLOBAL: Kaum Muda China Muak Kejar Sukses Pilih Rebahan | PM Israel Baru Sama Buruknya dengan Sebelumnya

Global
2 WNI Selamat dari Kebakaran Rumah Australia yang Tewaskan 2 Orang

2 WNI Selamat dari Kebakaran Rumah Australia yang Tewaskan 2 Orang

Global
Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Global
Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Global
Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Global
Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Global
Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Global
Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Internasional
Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Global
Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Global
Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Global
komentar
Close Ads X