Kesepakatan Nuklir, Menlu AS: Jalan Diplomasi Terbuka untuk Iran

Kompas.com - 17/02/2021, 11:17 WIB
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. AP PHOTO/CAROLYN KASTERMenteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan pada Selasa (16/2/2021) bahwa AS terbuka untuk diplomasi dengan Iran dan menyuarakan dukungan untuk kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani Iran dengan kekuatan dunia.

Meski begitu, Blinken juga menegaskan bahwa Iran tidak diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Dalam wawancara dengan National Public Radio, Blinken mengatakan bahwa "jalan menuju diplomasi terbuka" untuk Iran.

Blinken bagaimanapun juga mengatakan bahwa Iran masih jauh dari "patuh" soal kesepakatan nuklir.

Baca juga: AS-Iran Akan Bertemu untuk Bahas Kesepakatan Nuklir

Kesepakatan nuklir yang dikenal juga dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) belakangan ini menjadi isu penting antara Washington dan Iran.

Blinken menegaskan bahwa sikap AS masih sama, Iran diharapkan lebih dulu mematuhi kembali kesepakatan JCPOA, "Saat ini Iran masih jauh dari patuh jadi kami harus melihat dulu apa yang mereka lakukan."

Ketika ditanya apakah AS telah menghubungi Iran soal ini, Blinken menolak menjawab.

"Saat ini, menurut saya, presiden [Biden] telah sangat jelas terbuka berulang kali tentang posisi kami. Dan kami akan melihat apa, jika ada reaksi dari Iran soal itu," terang Blinken dikutip The Times of Israel, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Tiga Kekuatan Eropa Mengutuk Produksi Uranium Iran, Berharap Kesepakatan Nuklir Direvitalisasi

Saling tunggu dan suruh

Pemerintahan Biden telah berulang kali mengatakan akan kembali ke kesepakatan jika Iran lebih dulu kembali ke persyaratannya, tetapi Iran mengatakan AS harus terlebih dahulu mencabut sanksi sebelum pembicaraan dilanjutkan, menempatkan kedua belah pihak pada jalan buntu untuk saat ini.

Iran secara bertahap melanggar ketentuan kesepakatan, termasuk dalam beberapa bulan terakhir, sejak mantan presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018 dan menjatuhkan sanksi pada Teheran.

 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X