Sepanjang Januari, 456 Warga Palestina Ditangkap Pasukan Israel

Kompas.com - 06/02/2021, 22:17 WIB
Petugas keamanan Israel yang menyamar menahan pengunjuk rasa Palestina saat memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dekat permukiman Yahudi Beit El, Kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu (13/12/2017). REUTERS/GORAN TOMASEVICPetugas keamanan Israel yang menyamar menahan pengunjuk rasa Palestina saat memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dekat permukiman Yahudi Beit El, Kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu (13/12/2017).

RAMALLAH, KOMPAS.com – Sepanjang Januari, pasukan Israel telah menangkap 456 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Di antara warga Palestina yang ditahan tersebut, sebanyak 93 di antaranya adalah anak di bawah umur dan delapan di antaranya adalah wanita.

Laporan itu disampaikan oleh beberapa organisasi yang memantau kondisi tahanan di Palestina melalui sebuah pernyataan bersama.

Baca juga: Kejahatan Perang di Palestina Berpeluang Diselidiki, Israel Tolak Keras

Sejumlah organisasi tersebut di antaranya adalah Komisi Urusan Tahanan Otoritas Palestina, Masyarakat Tahanan Palestina, Asosiasi Dukungan Tahanan dan Hak Asasi Manusia Addameer, dan Pusat Informasi Wadi Hilweh.

Menurut pernyataan tersebut, 105 perintah penahanan administratif dilakukan oleh otoritas Israel sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency.

Jumlah perintah penahanan administratif itu termasuk 30 perintah baru bersama dengan perpanjangan 75 perintah sebelumnya.

Baca juga: Pria Palestina Ditembak dan Dibunuh di Permukiman Israel Tepi Barat

Penahanan administratif memungkinkan otoritas Israel memperpanjang penahanan seorang narapidana tanpa dakwaan setelah berakhirnya hukuman yang berkisar antara dua hingga enam bulan.

Pernyataan itu juga mencatat bahwa jumlah tahanan di penjara Israel sekarang mencapai sekitar 4.500 orang.

Di antara para tahanan itu terdapat 37 wanita, sekitar 140 anak di bawah umur, dan 450 tahanan administratif.

Baca juga: Palestina Mulai Vaksinasi Covid-19 2.000 Petugas Garis Depan di Tepi Barat

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Global
Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Global
Seorang Model Wanita Yaman Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Seorang Model Wanita Yaman Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Global
AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

Global
Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Global
Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Global
Ratu Elizabeth Larang Seragam Militer di Pemakaman Pangeran Philip, Demi Harry...

Ratu Elizabeth Larang Seragam Militer di Pemakaman Pangeran Philip, Demi Harry...

Global
AS Bakal Sanksi Rusia atas Tuduhan Peretasan dan Intervensi Pilpres

AS Bakal Sanksi Rusia atas Tuduhan Peretasan dan Intervensi Pilpres

Global
6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

Internasional
Jalankan Puasa, 2 Satpam di Malaysia Ini Disiksa Majikan

Jalankan Puasa, 2 Satpam di Malaysia Ini Disiksa Majikan

Global
Mempelai Gay Thailand Terima Permintaan Maaf Netizen Indonesia, tapi Tetap Sakit Hati

Mempelai Gay Thailand Terima Permintaan Maaf Netizen Indonesia, tapi Tetap Sakit Hati

Global
Rudy Kurniawan, Pemalsu Minuman Anggur asal Indonesia, Dideportasi dari AS

Rudy Kurniawan, Pemalsu Minuman Anggur asal Indonesia, Dideportasi dari AS

Global
'Indonesia Say Sorry for Thailand', Netizen Indonesia Minta Maaf Usai Hujat Pengantin Gay

"Indonesia Say Sorry for Thailand", Netizen Indonesia Minta Maaf Usai Hujat Pengantin Gay

Global
Kiswah: Kisah di Balik Penutup Kabah di Mekkah

Kiswah: Kisah di Balik Penutup Kabah di Mekkah

Global
Sebab Kematian George Floyd Belum Ditentukan, Ini 3 Versinya...

Sebab Kematian George Floyd Belum Ditentukan, Ini 3 Versinya...

Global
komentar
Close Ads X