Kejahatan Perang di Palestina Berpeluang Diselidiki, Israel Tolak Keras

Kompas.com - 06/02/2021, 18:39 WIB
Para prajurit Israel berdiri di atas kubah tank Merkava yang dikerahkan ke dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, Selasa (8/7/2014). Ketegangan antara Israel-Gaza terus meningkat sejak peristiwa dibunuhnya seorang remaja Palestina oleh kelompok ekstremis Yahudi sebagai balasan atas pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat. JACK GUEZ / AFPPara prajurit Israel berdiri di atas kubah tank Merkava yang dikerahkan ke dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, Selasa (8/7/2014). Ketegangan antara Israel-Gaza terus meningkat sejak peristiwa dibunuhnya seorang remaja Palestina oleh kelompok ekstremis Yahudi sebagai balasan atas pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Pengadilan pidana internasional (ICC) mengumumkan bahwa mereka memiliki yurisdiksi di Palestina, yang memungkinkan jaksa menyelidiki dugaan kejahatan perang.

Isael mengajukan keberatan keras. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengutuk keputusan itu dan pihaknya akan "melindungi warga dan tentara kami dengan segala cara dari penganiayaan hukum".

Sebelumnya, Fatou Bensouda, Jaksa Utama ICC telah mengumumkan niatnya untuk membuka penyelidikan formal terhadap dugaan kejahatan perang di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza yang didudui Israel.

Namun, wewenang ICC untuk penyelidikan itu masih dipastikan, karena status Palestina masih sebagai wilayah yang diduduki, bukan negara berdaulat.

Baca juga: Benjamin Netanyahu Janjikan Seorang Muslim Arab-Israel Jadi Menterinya, jika Menang Pemilu

Bensouda masih menunggu "konfirmasi" apakah ICC yang bermarkas di Den Haag itu memiliki otoritas untuk melakukan penyelidikan resmi, seperti yang dilansir dari The Guardian pada Jumat (5/2/2021).

Palestina menggunakan status sebagai observer state PBB sejak 2012, untuk bergabung dengan ICC dan menyerukan penyelidikan terhadap tindakan Israel.

Bensouda, seorang pengacara Gambia mengatakan bahwa dia akan menyelidiki masalah militer Israel dan kelompok bersenjata Palestina, termasuk faksi Hamas yang berbasis di Gaza, yang dituduh "dengan sengaja mengarahkan serangan terhadap masyarakat sipil".

Otoritas Palestina (PA) perwakilan yang diakui secara internasional untuk penduduk Palestina, masih ingin melanjutkan kasus itu.

Penuntutan PA terhadap pejabat atau tokoh militer Israel akan dipandang sebagai kemenangan diplomatik yang signifikan. PA diketahui juga merupakan saingan politik Hamas.

Pemerintah Israel telah berargumen bahwa karena Palestina bukanlah negara berdaulat, seharusnya tidak diizinkan untuk mengajukan petisi ke pengadilan.

Baca juga: Pria Palestina Ditembak dan Dibunuh di Permukiman Israel Tepi Barat

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suku Pedalaman Ini Memuja Pangeran Philip Sebagai Dewa, Bakal Gelar Ritual Kematian

Suku Pedalaman Ini Memuja Pangeran Philip Sebagai Dewa, Bakal Gelar Ritual Kematian

Global
31 Fakta Menarik Pangeran Philip dalam Perjalanan Hidupnya

31 Fakta Menarik Pangeran Philip dalam Perjalanan Hidupnya

Internasional
[UNIK GLOBAL] Lowongan Petani Stroberi di Australia Berhadiah Rp 1 Miliar | Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa Caroline Jurie

[UNIK GLOBAL] Lowongan Petani Stroberi di Australia Berhadiah Rp 1 Miliar | Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa Caroline Jurie

Global
Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Global
Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Global
Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus 'Pengkhianatan Tinggi'

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus "Pengkhianatan Tinggi"

Global
Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Global
Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Global
Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Global
Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Global
Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Global
Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Global
Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Global
Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Global
Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Global
komentar
Close Ads X