Wanita Ini Lakukan Aerobik di Tengah Kudeta Myanmar Diiringi Lagu "Ampun Bang Jago"

Kompas.com - 02/02/2021, 10:06 WIB
Guru pendidikan jasmani Myanmar bernama Khing Hnin Wai melakukan gerakan aerobik diiringi lagu Ampun Bang Jago dengan di belakangnya, terdapat konvoi militer. Screengrab from FacebookGuru pendidikan jasmani Myanmar bernama Khing Hnin Wai melakukan gerakan aerobik diiringi lagu Ampun Bang Jago dengan di belakangnya, terdapat konvoi militer.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Sebuah video viral memerlihatkan seorang wanita melakukan gerakan aerobik di tengah kudeta yang dilakukan militer Myanmar.

Perempuan bernama Khing Hnin Wai mengunggah video di Facebook menunjukkan dia menari diiringi oleh lagu Ampun Bang Jago.

Dalam video berdurasi tiga menit, Khing melakukan gerakan aerobik dengan di belakangnya nampak konvoi tentara yang memblokade jalan.

Baca juga: Konflik di Myanmar dan Rusia Jadi Ujian Awal Kebijakan Luar Negeri Biden

Wanita itu mengaku sebagai guru pendidikan jasmani, dan mempunyai banyak pengikut di Facebook di mana dia aktif mengunggah video latihan.

Dilansir New York Post Senin (1/2/2021), dia begitu menikmati gerakannya saat konvoi militer bergerak perlahan di belakangnya.

Video ini langsung populer di media sosial, dengan netizen Twitter menyebutnya sebagai video paling simbolis di 2020-an.

Dalam keterangannya di Facebook, Khing mengatakan bahwa latar belakang dan musik Ampun Bang Jago begitu selaras.

"Menyelesaikan gerakan sebelum berita pagi. Video menari ini tentunya akan menjadi sebuah memori," kata si guru pendidikan jasmani.

Sejumlah warganet mempertanyakan apakah videonya asli, yang direspons Khing dengan mengunggah video latihannya di tempat yang sama.

Aerobik itu terjadi setelah militer Myanmar mengumumkan pada Senin waktu setempat, mereka sudah mengambil alih Myanmar.

Mereka melakukan kudeta dengan menangkap sejumlah pemimpin sipil seperti Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Kudeta itu terjadi buntut kemenangan besar Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang dipimpin Suu Kyi, dalam Pemilu November 2020.

Pihak oposisi yang disokong militer marah dan meminta pemilu diulang, dengan menuduh terjadinya kecurangan.

Baca juga: Presiden Biden Ancam Sanksi Baru untuk Myanmar Usai Kudeta Militer


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X