Vaksinasi di Israel Tunjukkan Tanda-tanda Keberhasilan dengan Menurunnya Angka Infeksi

Kompas.com - 02/02/2021, 08:55 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam foto tengah bersiap untuk menerima vaksin virus corona di Sheba Medical Center, rumah sakit terbesar di negara itu, di Ramat Gan dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 19 Desember 2020. AFP/AMIR COHENPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam foto tengah bersiap untuk menerima vaksin virus corona di Sheba Medical Center, rumah sakit terbesar di negara itu, di Ramat Gan dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 19 Desember 2020.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Program vaksinasi Israel telah menunjukkan tanda-tanda keberhasilannya dengan menurunnya angka infeksi dan penyakit di kalangan lanjut usia di atas 60 tahun.

Melansir BBC, Selasa (2/2/2021), penurunan infeksi tampak menonjol pada orang dengan lanjut usia. Hal itu menunjukkan bahwa vaksin, tak hanya lockdown, punya pengaruh.

Kementerian Kesehatan Israel (MoH) menunjukkan bahwa sebanyak 531 orang di atas 60 tahun, dari hampir 750.000 yang telah divaksinasi penuh dinyatakan positif corona hanya 0.07 persen.

Baca juga: Kenapa Beberapa Orang yang Sudah Divaksin Masih Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Jumlah yang sakit pun lebih sedikit dengan 38 orang dirawat di rumah sakit karena tingkat sakit sedang. Untuk pasien dengan kondisi parah atau kritis hanya sebagian kecil.

Kemenkes Israel menilai rekam medis dari hampir 1 juta orang-sebanyak 743.845 orang di antaranya berusia di atas 60 tahun-hingga setidaknya 7 hari usai mereka menerima dosis kedua vaksin.

Ada 3 kematian tercatat dari mereka yang berusia di atas 60 tahun dan telah divaksinasi meskipun kemungkinan mereka terinfeksi lebih awal, sebelum kekebalan mereka sempat meningkat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Israel Akan Beri Vaksin Covid-19 untuk Warga Palestina

Sebelum vaksin digelontorkan, lebih dari 7.000 kasus infeksi Covid-19 tercatat juga 307 kematian.

Data Depkes menunjukkan infeksi dan penyakit turun secara konsisten dari 14 hari setelah orang-orang menerima suntikan pertama dan seterusnya.

Israel telah memberikan 5 juta dosis vaksin kepada sekitar 9 juta populasi warganya dan sekitar 1 juta orang telah menerima 2 dosis vaksin.

Baca juga: Publik Geram, Pemerintah Biden Rencana Dahulukan Vaksin Covid-19 bagi Teroris 9/11 dan Bom Bali di Guantanamo

Meski begitu, masih belum diketahui apakah vaksin benar-benar mampu menghentikan penularan virus.

Jadi, dengan banyak orang yang belum divaksinasi, mereka yang sudah divaksin tetap diminta untuk menjaga jarak fisik, sosial dan memakai masker.

Baca juga: Tiga Penerima Vaksin Covid-19 Pfizer di Singapura Alami Efek Samping Parah


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Global
Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Global
Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Global
Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Global
China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

Global
 Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Global
China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

Global
Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Global
Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Global
Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Global
PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

Global
Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Global
Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi 'OK' yang Jadi Kontroversi

Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi "OK" yang Jadi Kontroversi

Global
Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada 'Dewi Corona'

Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada "Dewi Corona"

Global
komentar
Close Ads X