Macron Puji Piagam Muslim Perancis untuk Lawan Ekstremisme

Kompas.com - 19/01/2021, 06:17 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron, diapit oleh Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin, kedua kiri, berbicara di depan sekolah menengah pada Jumat 16 Oktober 2020 di Conflans Sainte-Honorine, barat laut Paris, setelah seorang guru sejarah yang membuka diskusi tentang kartun Nabi Muhammad bikinan Charlie Hebdo tewas dipenggal. AP/Abdulmonam EassaPresiden Perancis Emmanuel Macron, diapit oleh Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin, kedua kiri, berbicara di depan sekolah menengah pada Jumat 16 Oktober 2020 di Conflans Sainte-Honorine, barat laut Paris, setelah seorang guru sejarah yang membuka diskusi tentang kartun Nabi Muhammad bikinan Charlie Hebdo tewas dipenggal.

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron memuji para pemimpin Muslim pada Senin (18/1/2021) setelah mereka menyetujui "Piagam Prinsip" yang ditujukan untuk memerangi ekstremisme.

Melansir kantor berita AFP, piagam itu bertujuan untuk memerangi sektarianisme dan ajaran radikal yang disalahkan atas rentetan serangan ekstremis di Perancis dalam beberapa tahun terakhir.

Piagam itu menawarkan klarifikasi tentang bagaimana komunitas Muslim terorganisir, ungkap Macron usai pertemuannya dengan perwakilan Dewan Kepercayaan Muslim Perancis (CFCM).

Piagam tersebut juga memberi kerangka kerja bagi Dewan Nasional Imam yang baru yang bertanggung jawab atas pemilihan para imam yang akan berdakwah di negara tersebut.

Baca juga: Perancis Keluarkan Aturan Piagam Nilai-nilai Republik kepada Para Imam

"Ini adalah komitmen yang jelas, tegas, dan tepat untuk mendukung republik," ujar Macron saat memuji teks yang fundamental tentang hubungan antara Perancis dengan komunitas Islam.

Macron telah mendesak dewan untuk bertindak melawan "politik Islam" pada November setelah pembunuhan Samuel Paty, seorang guru yang dipenggal kepalanya di luar sekolah karena memperlihatkan kartun kontroversial Nabi Muhammad sebagai bagian dari pelajaran kebebasan berekspresi.

Serangan itu memicu tindakan keras terhadap masjid-masjid ekstremis dan asosiasi Muslim, bersama dengan pembelaan kuat terhadap sekularisme Perancis yang dipandang semakin terancam oleh ajaran-ajaran yang radikal.

Apa isi piagam itu?

10 poin baru dalam piagam itu menyatakan dengan jelas bahwa prinsip-prinsip keimanan Muslim sangat sesuai dengan prinsip-prinsip republik Perancis, ungkap pemimpin CFCM Mohammed Moussaoui.

Kesepakatan itu dibuat pada Sabtu (16/1/2021) dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin setelah berminggu-minggu mendapat perlawanan dari beberapa anggota CFCM.

Para anggota itu keberatan dengan 'restrukturisasi' Islam agar dapat sesuai dengan hukum dan nilai-nilai Perancis.

Baca juga: Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Global
Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Global
Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Global
Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
komentar
Close Ads X