Kompas.com - 11/01/2021, 18:11 WIB
Pasukan milisi Houthi di atas kendaraan militer saat berkumpul di Sanaa sebelum memulai gerakan menuju medan perang di Yaman, Januari lalu. Mohammed Huwais / AFPPasukan milisi Houthi di atas kendaraan militer saat berkumpul di Sanaa sebelum memulai gerakan menuju medan perang di Yaman, Januari lalu.

SANAA, KOMPAS.com – Kelompok Houthi di Yaman mengancam akan menyerang situs milik Israel yang sangat penting dan sensitif.

Hal itu diwartakan Rai Al-Youm pada Minggu (10/1/2021) sebagaimana dilansir dari Middle East Monitor.

Kabar tersebut mengemuka setelah muncul laporan bahwa Israel sedang memperkuat militernya di selatan menjelang kemungkinan konfrontasi.

Baca juga: AS Bakal Masukkan Kelompok Houthi ke Dalam Daftar Teroris

Anggota Biro Politik Houthi, Fadl Abu Thalib, mengatakan pihaknya tidak akan ragu-ragu melawan Israel.

“Kami tidak akan ragu untuk meluncurkan serangan sekuat mungkin ke situs yang sangat sensitif bagi musuh Israel,” kata Abu Thalib.

"Pernyataan para penjahat perang Zionis, yang menyatakan bahwa Yaman adalah ancaman bagi entitas Zionis, kembali didengungkan,” imbuh Abu Thalib.

Baca juga: Arab Saudi Klaim Hancurkan Pesawat Nirawak Milik Pemberontak Houthi

Oleh karena itu, sambung Abu Thalib, merupakan hal yang sah jika Houthi bersikap bermusuhan dan akan balik melawan Israel jika diserang.

Menurut laporan dari media di Israel, Kan, militer Israel telah mempersiapkan kemungkinan adanya serangan oleh milisi Irak dan Houthi yang didukung Iran.

Ketakutan ini meningkat pada peringatan pembunuhan Jenderal top Iran Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Pemberontak Houthi Serang Yaman Utara, 8 Tentara Arab Saudi Tewas

Soleimani merupakan komandan Pasukan Quds, sayap pasukan elite dari Garda Revolusi Iran. Dia dibunuh dalam serangan pesawat nirawak di Baghdad, Irak, pada Januari 2020.

Selain itu, ilmuwan nuklir top Iran Mohsen Fakhrizadeh juga dibunuh pada akhir November 2020.

Teheran menyalahkan Israel sebagai dalam pembunuhan Fakhrizadeh dan telah bersumpah akan membalas dendam.

Baca juga: Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus 'Pengkhianatan Tinggi'

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus "Pengkhianatan Tinggi"

Global
Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Global
Paus Fransiscus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Paus Fransiscus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Global
Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Global
Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Global
Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Global
Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Global
Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Global
Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Global
Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Global
Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Global
Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Global
Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Global
[Cerita Dunia] 8888, Demo Skala Besar di Myanmar Menentang Kekuasaan Miluter

[Cerita Dunia] 8888, Demo Skala Besar di Myanmar Menentang Kekuasaan Miluter

Internasional
Pangeran Charles Kenang Pangeran Philip Sosok Ayah Penuh Semangat Luar Biasa

Pangeran Charles Kenang Pangeran Philip Sosok Ayah Penuh Semangat Luar Biasa

Global
komentar
Close Ads X