Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Kompas.com - 25/11/2020, 06:33 WIB
Seorang pria bermasker tampak sedang berjalan melewati tangki minyak yang rusak di fasilitas kilang minyak Saudi Aramco di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi pada 24 November 2020. AFP/FAYEZ NURELDINESeorang pria bermasker tampak sedang berjalan melewati tangki minyak yang rusak di fasilitas kilang minyak Saudi Aramco di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi pada 24 November 2020.

JEDDAH, KOMPAS.com - Pihak Aramco Arab Saudi pada Selasa (24/11/2020) mengatakan bahwa serangan yang dilakukan pemberontak Houthi Yaman terhadap kilang mereka di Jeddah membuat lubang besar di tangki minyak dan memicu ledakan juga kebakaran yang berhasil dipadamkan dengan cepat.

Houthi yang didukung Iran mengatakan telah menembakkan rudal Quds-2 pada Senin (23/11/2020) sebagai bentuk pembalasan atas andil Arab Saudi dalam koalisi militer yang mendukung pemerintah dalam konflik berkepanjangan di Yaman.

Pihak Aramco menunjukkan kerusakan pada tangki penyimpanan di fasilitas distribusi kepada wartawan pada selasa lalu dengan bagian atas tangki menghitam serta pagar di atasnya tertekuk karena panas.

Baca juga: Kelompok Houthi Klaim Luncurkan Rudal ke Fasilitas Minyak Aramco

"Sayangnya fasilitas itu kemarin terkena proyektil, oleh serangan musuh. Seperti yang Anda ketahui, Aramco telah menjadi sasaran serangan tersebut," kata Abdullah Al Ghamdi, manajer kilang minyak besar di Jeddah Utara.

Atap tangki mengalami "kerusakan besar" dengan lubang berukuran dua meter katanya. "Itu adalah api besar, ledakan besar tetapi dapat dikendalikan."

Manajer tersebut mengatakan bahwa distribusi dari kilang, yang menyediakan produk olahan termasuk bahan bakar jet ke bagian barat negara itu, telah pulih dalam waktu tiga jam meskipun tangki yang rusak, satu dari 13, tetap tidak berfungsi.

Baca juga: Senjata yang Menyasar Fasilitas MInyak Arab Saudi, Aramco, Berasal dari Iran

“Api bisa dipadamkan dalam waktu yang sangat singkat, hanya butuh waktu sekitar 40 menit untuk memadamkan api besar di tanki mayor seperti ini,” ujar Al Ghamdi dikutip AFP sembari membenarkan belum ada korban jiwa.

Yaman telah terkunci dalam konflik sejak pemberontak mengambil kendali ibu kota Sanaa pada tahun 2014 dan terus merebut sebagian besar wilayah utara.

Koalisi militer pimpinan Saudi turun tangan untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional pada tahun 2015.

Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas dan jutaan mengungsi yang disebut PBB sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Baca juga: Perusahaan Minyak Aramco di Saudi Dikecam Karena Gunakan Manusia Sebagai Hand Sanitizer

Menteri Timur Tengah Inggris, James Cleverly mengutuk serangan terbaru itu, dengan mengatakan bahwa serangan itu mengancam dan akan menggagalkan upaya untuk mengakhiri perang yang sudah menghancurkan negara termiskin di Semenanjung Arab.

"Satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis kemanusiaan Yaman yang mengerikan adalah dengan menghentikan permusuhan mereka dan mengatasi meja perundingan," katanya dalam sebuah twit.


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Global
[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

Global
AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

Global
Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Global
12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

Global
 Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Global
Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Global
50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Global
China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

Global
Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Global
komentar
Close Ads X