Kejar Polisi saat Kerusuhan Gedung Capitol, Pria Ini Berhasil Ditangkap

Kompas.com - 10/01/2021, 17:07 WIB
Pria asal Iowa, Amerika Serikat (AS), Douglas Jensen, ditangkap polisi pada Sabtu (9/1/2021) dengan tuduhan ikut menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021). POLK COUNTY JAILPria asal Iowa, Amerika Serikat (AS), Douglas Jensen, ditangkap polisi pada Sabtu (9/1/2021) dengan tuduhan ikut menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pria di Amerika Serikat ( AS) ditangkap polisi dengan tuduhan ikut menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021).

Dilansir dari New York Post, pria asal Des Moines, Iowa, AS, bernama Douglas Jensen (41) tersebut ditangkap polisi pada Sabtu (9/1/2021).

Selain itu, Jensen juga merupakan merupakan pria yang mengejar seorang polisi kulit hitam di dalam Gedung Capitol.

Baca juga: Trump Berniat Kerahkan Tentara untuk Lindungi Pendukung Saat Demo di Capitol

Jensen tampak mengenakan kaus QAnon berwarna hitam dan penutup kepala berwarna hitam saat dia mengejar petugas itu menaiki tangga.

Sementara itu, petugas keamanan lain berupaya sekuat tenaga mengadang serbuan massa ke dalam Gedung Capitol.

Wajah Jensen juga muncul dalam salah satu foto daftar orang yang dicari dan dirilis oleh FBI pada Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Video Viral, Ada Bendera India di Demo Pendukung Trump di Capitol

Dalam sebuah video yang diunggah di TikTok, akun bernama @dougjensen, kemungkinan besar Doug Jensen, menyarankan agar dia dijadikan "poster boy" untuk apa yang terjadi dan diakhiri dengan mengatakan, "jangan percaya berita.”

Namun, video yang diunggah di TikTok tersebut kini telah dihapus sebagaimana diwartakan oleh Associated Press.

Dia didakwa atas lima tuduhan menurut rilis berita dari Kantor Lapangan FBI di Omaha, Nebraska dan Kantor Sheriff Polk County.

Baca juga: Tak Hanya Merusak, Massa Pro-Trump Juga Cemari Gedung Capitol dengan Urine dan Kotoran Manusia

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Paspor Salah Jenazah Seorang Pria Tidak Bisa Pulang ke Keluarganya

Gara-gara Paspor Salah Jenazah Seorang Pria Tidak Bisa Pulang ke Keluarganya

Global
Balita 2 Tahun Jatuh dari Balkon Lantai 12, Selamat karena Sopir Pengantar Paket

Balita 2 Tahun Jatuh dari Balkon Lantai 12, Selamat karena Sopir Pengantar Paket

Global
Wanita Ini Masih Kuat Bersolek dalam Proses Persalinan Pembukaan Sepuluh

Wanita Ini Masih Kuat Bersolek dalam Proses Persalinan Pembukaan Sepuluh

Global
Bukan dengan Pasukan Militer, Senjata Ini Akan Digunakan Biden untuk Lawan China

Bukan dengan Pasukan Militer, Senjata Ini Akan Digunakan Biden untuk Lawan China

Global
Ritual Pengusiran Setan di Sri Lanka Tewaskan Anak 9 Tahun

Ritual Pengusiran Setan di Sri Lanka Tewaskan Anak 9 Tahun

Global
Kapasitas RS Kritis, Nakes Brasil Mohon Pemerintah Terapkan Lockdown Ketat

Kapasitas RS Kritis, Nakes Brasil Mohon Pemerintah Terapkan Lockdown Ketat

Global
China Masih Tahan Izin Terbang Kembali Pesawat Boeing 737 Max

China Masih Tahan Izin Terbang Kembali Pesawat Boeing 737 Max

Global
3 Nama Tiba-tiba Hilang dalam Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi

3 Nama Tiba-tiba Hilang dalam Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi

Global
Diam-diam, Ternyata Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Diam-diam, Ternyata Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Global
Pangeran Philip Pindah Rumah Sakit untuk Tes Jantung

Pangeran Philip Pindah Rumah Sakit untuk Tes Jantung

Global
Jerman Kecam Tindakan Keras Rezim Militer Myanmar yang Bunuh Demonstran

Jerman Kecam Tindakan Keras Rezim Militer Myanmar yang Bunuh Demonstran

Global
Eks Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Dipenjara 3 Tahun karena Korupsi

Eks Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Dipenjara 3 Tahun karena Korupsi

Global
Pertama dalam Sejarah UEA Tempatkan Duta Besar di Israel

Pertama dalam Sejarah UEA Tempatkan Duta Besar di Israel

Global
Dakwaan Kriminal untuk Suu Kyi Ditambah Dua

Dakwaan Kriminal untuk Suu Kyi Ditambah Dua

Global
[POPULER GLOBAL] Siswi SMA Berbaju Seperti 'Pakaian Dalam' | Hari Paling Berdarah di Myanmar 18 Orang Tewas Sehari

[POPULER GLOBAL] Siswi SMA Berbaju Seperti "Pakaian Dalam" | Hari Paling Berdarah di Myanmar 18 Orang Tewas Sehari

Global
komentar
Close Ads X