Paus Fransiskus Kutuk Wisatawan Bersenang-senang Tanpa Pikirkan Lockdown Covid-19

Kompas.com - 04/01/2021, 21:24 WIB
Paus Fransiskus saat memimpin Audiensi Umum mingguan di Saint Peters Square. Evandro InettiPaus Fransiskus saat memimpin Audiensi Umum mingguan di Saint Peters Square.

VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengutuk orang-orang yang bepergian ke luar negeri untuk berlibur dan mengindahkan lockdown Covid-19.

Paus menambahkan bahwa wisatawan tidak mempertimbangkan efek tindakan mereka pada orang lain, jika mengabaikan aturan lockdown, seperti yang dilansir dari CNN pada Minggu (3/1/2021).

Ia mengatakan pada Minggu (3/1/2021) bahwa dia "sedih" oleh laporan berita yang mengklaim bahwa orang-orang terbang ke luar negeri untuk bersenang-senang di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Pesan Natal Paus Fransiskus: Vaksin untuk Semua, Bekerja Sama Jangan Bersaing

"Mereka adalah orang-orang baik, tetapi mereka tidak memikirkan tentang orang-orang yang tinggal di rumah, tentang masalah ekonomi banyak orang yang terpukul oleh lockdown, orang-orang yang sakit," kata Paus Fransiskus pada Minggu (3/1/2021).

"(Mereka berpikir) hanya untuk pergi berlibur dan bersenang-senang. Ini sangat menyakitkan saya," lanjutnya.

Baca juga: Terbelit Skandal, Paus Fransiskus Perketat Kontrol Keuangan Vatikan

Paus Fransiskus mengadakan doa Minggu dari perpustakaan Istana Apostolik, bukan dari jendela biasa yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, tempat orang banyak biasanya berkumpul, untuk membatasi penyebaran virus corona.

Banyak negara di dunia menghadapi lockdown baru dan pembatasan perjalanan, dengan 84 juta orang sekarang terinfeksi oleh virus corona.

Baca juga: Sah, Aborsi Legal di Negara Asal Paus, Argentina

Setidaknya 1,83 juta orang telah meninggal, menurut angka dari Universitas Johns Hopkins.

Memperbarui harapan terbaiknya untuk Tahun Baru, Paus Fransiskus berkata, "Apa yang dapat kita lakukan semua bersama dalam komitmen untuk lebih menjaga satu sama lain dan apa yang telah diciptakan."

Di masa lalu, Paus telah mengkritik orang-orang yang menolak memakai masker atau yang memprotes pembatasan virus corona. Berkomentar bahwa mereka bergerak di "dunia kecil yang mereka minati".

Baca juga: Sempat Sakit Pinggul, Paus Fransiskus Hadir Lagi Memimpin Doa Jemaat

Tahun ini, Paus menggunakan pesan Natalnya untuk mengatakan bahwa vaksin virus corona harus tersedia untuk semua orang, dan memohon negara bagian untuk bekerja sama dalam perlombaan untuk keluar dari pandemi Covid-19.

"Hari ini, di saat kegelapan dan ketidakpastian selama pandemi Covid-19, cahaya harapan yang berbeda muncul, seperti penemuan vaksin...mereka harus menyediakan untuk semua orang," kata Paus dalam acara tradisional Urbi et Orbi (ke kota dan dunia) pesan di Vatikan.

Baca juga: Pesan Damai Paus Fransiskus: Mari Kita Pikirkan Anak-anak di Yaman yang Kelaparan


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Global
Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Global
Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Global
[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

Global
139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

Global
Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Global
Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Global
Kisah Gado-gado yang Jadi 'Raja Salad' di Ibu Kota Finlandia...

Kisah Gado-gado yang Jadi "Raja Salad" di Ibu Kota Finlandia...

Global
Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Global
Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Global
Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Global
Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Global
Penampakan 'Bayi Dinosaurus' Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Penampakan "Bayi Dinosaurus" Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Global
Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Global
Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Global
komentar
Close Ads X