Sempat Sakit Pinggul, Paus Fransiskus Hadir Lagi Memimpin Doa Jemaat

Kompas.com - 01/01/2021, 20:41 WIB
Paus Fransiskus memberikan pemberkatan Urbi et Orbi pada hari Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (25/12/2020). VATICAN MEDIA via APPaus Fransiskus memberikan pemberkatan Urbi et Orbi pada hari Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (25/12/2020).

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus hadir lagi di depan umum pada Jumat (1/1/2021), untuk pertama kalinya sejak melewatkan misa Tahun Baru di Basilika Santo Petrus akibat sakit pinggul.

Berdiri di belakang meja dan di samping pohon natal, Paus berusia 84 tahun itu memimpin doa Angelus di Istana Apostolik.

"Saya memanjatkan semua harapan terbaik saya untuk perdamaian dan ketenangan di tahun baru," katanya dikutip dari AFP.

Baca juga: Terbelit Skandal, Paus Fransiskus Perketat Kontrol Keuangan Vatikan

"Peristiwa menyakitkan yang menandai kehidupan umat manusia tahun lalu, khususnya pandemi, mengajari kami betapa pentingnya menaruh perhatian pada masalah orang lain dan berbagi beban mereka."

Sebelumnya, pada Kamis (31/12/2020) Vatikan mengumumkan Paus Fransiskus tidak dapat memimpin misa Tahun Baru karena menderita sciatica, sakit saraf kronis yang menyebabkan nyeri pinggul.

Sesaat sebelum Natal, dua kardinal dalam rombongan Paus terjangkit Covid-19 dan sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa Paus Fransiskus yang jarang memakai masker, juga terinfeksi.

Baca juga: Pesan Natal Paus Fransiskus: Vaksin untuk Semua, Bekerja Sama Jangan Bersaing

Selama lockdown pertama Italia pada Maret, Paus Fransiskus memimpin doa Angelus dari perpustakaan Vatikan, berpindah dari lokasi biasanya yang menghadap kerumunan di Lapangan Santo Petrus.

Situasi itu membuatnya merasa terkurung, dan Paus kelahiran Argentina tersebut lalu beberapa kali muncul sebentar menyapa sejumlah orang di lapangan dari pintu jendelanya.

Paus Fransiskus termasuk golongan rentan terkena Covid-19. Selain faktor usia, sebagian paru-paru kanannya juga diangkat untuk mengobati radang selaput dada parah kala berusia 21 tahun, menurut penulis biografinya, Austen Ivereigh.

Sejauh ini Vatikan belum memberi indikasi kapan Paus Fransiskus akan disuntik vaksin Covid-19.

Baca juga: [Biografi Tokoh Dunia] Paus Fransiskus dan Pandangan Progresifnya


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X