Pulang dari Israel, Warga Uni Emirat Arab: Orang Palestina Terima Kami dengan Baik

Kompas.com - 03/01/2021, 09:55 WIB
Seorang wanita Muslim mengambil foto selfie di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa, Haram Asy-Syarif di kota tua Yerusalem, Jumat, 6 November 2020. AP/Mahmoud IlleanSeorang wanita Muslim mengambil foto selfie di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa, Haram Asy-Syarif di kota tua Yerusalem, Jumat, 6 November 2020.

ABU DHABI, KOMPAS.com - Warga Uni Emirat Arab (UEA) pertama yang melakukan perjalanan ke Israel telah kembali ke rumah dengan kesan positif yang dia bawa dari warga Palestina.

Melansir Al Arabiya, menurut Ahmad bin Harib dan teman-temannya yang telah pulang dari Israel, kesan positif dari warga Palestina di Israel yang mereka saksikan berbeda dengan laporan ketegangan yang diberitakan media.

Penerbangan komersial langsung antara UEA dan Israel sudah dimulai sejak 26 November 2020. Perjalanan ke Israel adalah yang pertama dalam sejarah warga UEA seperti bin Harib dan kawan-kawannya itu.

Harib, dalam wawancaranya dengan Al Arabiya mengatakan bahwa dia mengunjungi Tel Aviv dan Yerusalem. Dia dan teman-temannya mendapat sambutan hangat baik dari warga Israel maupun Palestina.

"Interaksi kami dengan warga Palestina sangat positif. Mereka menyambut dan menyalami kami ketika mereka tahu kami berasal dari UEA. Mereka tampak senang berjumpa kami," ujar Harib.

"Dan kami pun sangat senang berjumpa dengan saudara-saudara kami orang Palestina," imbuhnya.

Baca juga: Masjid Al Aqsa Dibuka untuk Semua Muslim, Dampak Perjanjian Damai UEA-Israel

Kagum pada Al Aqsa

Perjalanan Harib berujung pada kunjungan ke situs suci ketiga dalam Islam, Al Aqsa yang terletak di Yerusalem timur.

Situs itu telah lama menjadi sumber konflik antara Yahudi Israel dan Muslim Palestina karena klaim Yahudi atas tanah itu sebagai Temple Mount.

Harib mengaku kunjungannya di sana sangat menyenangkan dan disambut baik dari Muslim, Kristen dan Yahudi. 

"Saya lihat langsung bagaimana mereka hidup berdampingan, bertentangan dengan apa yang digambarkan media di wilayah tersebut," ujar Harib.

Baca juga: Setelah UEA dan Bahrain, Trump Berharap Arab Saudi Berdamai dengan Israel

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X