Pengadilan Israel Keluarkan Perintah Bongkar Masjid di Yerusalem Timur

Kompas.com - 15/09/2020, 16:58 WIB
Kawasan Yerusalem Timur direbut Israel dalam perang tahun 1967. AFPKawasan Yerusalem Timur direbut Israel dalam perang tahun 1967.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di Israel mengeluarkan perintah pembongkaran sebuah masjid di sebuah kota di Yerusalem Timur yang diduduki, karena "kurangnya izin konstruksi".

Melansir Al Jazeera pada Selasa (15/9/2020), menanggapi pemberitahuan pembongkaran tersebut, media Palestina melaporkan bahwa Kementerian Wakaf dan Urusan Agama di Gaza mengeluarkan pernyataan yang mengutuk perintah tersebut dan memperingatkan Israel agar tidak melakukan tindakan tersebut.

Kementerian tersebut juga meminta komunitas internasional, Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam untuk melindungi situs dan tempat ibadah Muslim di Yerusalem.

Baca juga: Pakar: Perjanjian Damai Israel dengan UEA dan Bahrain Mengarah pada Perubahan Status Quo Al-Aqsa

Otoritas Israel memberi waktu untuk bersiap-siap selama 21 hari kepada penduduk yang berada di daerah kota Silwan, di mana berdiri masjid Qaqaa Bin Amr yang ingin dibongkar.

Masjid Qaqaa Bin Amr dibangun pada 2012, terdiri dari 2 lantai yang biasanya dapat menampung ratusan jamaah.

Perintah pembongkaran serupa dikeluarkan pada 2015 tetapi tidak pernah diberlakukan.

Baca juga: Israel Jadi Negara Pertama yang Terapkan Lockdown Kedua Cegah Virus Corona

Dalam beberapa tahun terakhir, pemukim Israel telah menguasai puluhan rumah Palestina di Silwan, yang dekat dengan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Otoritas Israel telah meningkatkan kampanye penghancuran di Yerusalem dalam beberapa pekan terakhir, menghancurkan puluhan rumah Palestina, khususnya di Silwan.

Menurut kelompok advokasi Israel, Ir Amim, pihak berwenang Israel menghancurkan rumah-rumah di wilayah Palestina di Yerusalem Timur pada tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, pada 2019.

Baca juga: Israel Lockdown Lagi Setelah Kasus Baru Lewati 4.000 Pekan Lalu

Dalam sebuah laporan, kelompok tersebut mengatakan 104 unit rumah dibongkar pada 2019, sementara ada 72 unit pada 2018.

Halaman:

Sumber Aljazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X