Israel Buka Pariwisata di Yerusalem, Palestina Tercabik-cabik

Kompas.com - 18/11/2020, 06:23 WIB
Seorang wanita Muslim mengambil foto selfie di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa, Haram Asy-Syarif di kota tua Yerusalem, Jumat, 6 November 2020. AP/Mahmoud IlleanSeorang wanita Muslim mengambil foto selfie di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa, Haram Asy-Syarif di kota tua Yerusalem, Jumat, 6 November 2020.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Ketika Uni Emirat Arab setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, salah satu dampaknya adalah sektor pariwisata di Yerusalem timur akan menjadi lebih ramai.

Setelah warga Palestina di kota Yerusalem timur berbulan-bulan menghadapi 'kota hantu' akibat wabah virus corona, kini mereka akan segera melihat keuntungan di sektor pariwisata dari normalisasi UEA-Israel.

Seorang pengusaha Palestina di Yerusalem Timur, Sami Abu Dayyeh, mengatakan bahwa akan ada beberapa keuntungan di sektor pariwisata Palestina, "...dan inilah yang saya harapkan," ujar Abu Dayyeh dikutip Associated Press (AP).

"Lupakan politik, kita harus bertahan hidup," ujarnya.

Baca juga: Palestina: UEA Tidak Berhak Ikut Campur Urusan Masjid Al Aqsa

Para pemimpin Palestina dengan tajam menolak keputusan baru-baru ini oleh UEA, Bahrain dan Sudan untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Normalisasi itu melemahkan konsensus Liga Arab lama tentang hubungan Israel dan Palestina.

Palestina berharap bisa mendirikan negara termasuk Yerusalem timur dan Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel dalam perang 1967.

Dukungan Arab, yang dilihat sebagai bentuk kunci dari pengaruh dalam beberapa dekade negosiasi perdamaian yang terus-menerus dan tidak aktif, sekarang tampaknya menurun, membuat Palestina bisa dibilang lebih lemah dan lebih terisolasi daripada titik mana pun dalam sejarah belakangan ini.

Baca juga: Pakar: Perjanjian Damai Israel dengan UEA dan Bahrain Mengarah pada Perubahan Status Quo Al-Aqsa

Orang-orang Palestina memandang permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem timur sebagai penghalang utama perdamaian, dan sebagian besar komunitas internasional menganggapnya ilegal.

Tetapi prospek pariwisata religi yang diperluas pada akhirnya dapat menguntungkan orang Israel dan Palestina, karena turis Teluk yang kaya dan peziarah Muslim dari tempat yang lebih jauh memanfaatkan adanya jalur udara baru dan hubungan yang lebih baik untuk mengunjungi Al Aqsa serta situs suci lainnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X