Culik Ratusan Anak Sekolah, Boko Haram: Jika Berani Melarikan Diri, Kalian Akan Mati

Kompas.com - 21/12/2020, 05:21 WIB
Anak-anak sekolah yang dibebaskan dipertemukan dengan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, pada Jumat 18 Desember 2020 di Katsina, Nigeria. Lebih dari 300 anak sekolah yang diculik minggu lalu dalam serangan di sekolah mereka di barat laut Nigeria telah tiba di ibu kota negara bagian Katsina untuk merayakan pembebasan mereka. AP/Sunday AlambaAnak-anak sekolah yang dibebaskan dipertemukan dengan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, pada Jumat 18 Desember 2020 di Katsina, Nigeria. Lebih dari 300 anak sekolah yang diculik minggu lalu dalam serangan di sekolah mereka di barat laut Nigeria telah tiba di ibu kota negara bagian Katsina untuk merayakan pembebasan mereka.

ABUJA, KOMPAS.com - Annas Shuaibu terbangun ketika suara tembakan kelompok bersenjata membombardir asrama sekolahnya di barat laut Nigeria dalam sebuah penggerebekan malam hari.

Dia dan ratusan anak laki-laki lainnya ditangkap dan dipaksa keluar dari sekolah menuju hutan terdekat.

Setelah beberapa jam berjalan melewati hutan, kelompok bersenjata itu memerintahkan mereka untuk berhenti berjalan dan memperingatkan mereka untuk tidak mencoba melarikan diri, kata Shuaibu.

“Mereka mengatakan bahkan jika Anda mencoba melarikan diri, atau kami membiarkan kalian kabur, kalian tidak akan bisa kemana-mana," ujar Shuaibu menirukan seperti yang dilandir dari Reuters pada Minggu (20/12/2020).

Baca juga: Kami Dipaksa Berjalan, Kelaparan dan Dipukuli, Kesaksian Murid yang Disandera Kelompok Bersenjata di Nigeria

"Sebaliknya, kalian akan mati di hutan," tegasnya.

Shuaibu (16 tahun) termasuk di antara 344 siswa sekolah yang diculik dari Sekolah Menengah Sains Pemerintah, sebuah sekolah berasrama khusus laki-laki, pada 11 Desember di kota Kankara, di negara bagian Katsina.

Anak- anak sekolah itu ditahan selama 6 hari sebelum dinas keamanan menyelamatkan mereka pada Kamis (17/12/2020) dari hutan Rugu, kawasan hutan luas yang membentang di 4 dari 36 negara bagian Nigeria.

Insiden tersebut memicu kemarahan tentang ketidakamanan yang telah mencengkeram sebagian besar negara, yang paling padat penduduknya di Afrika.

Baca juga: Ratusan Siswa yang Diculik di Nigeria Akhirnya Diselamatkan

Selain itu, telah membangkitkan ingatan penculikan Boko Haram pada 2014 terhadap lebih dari 270 siswi di kota timur laut Chibok.

Mengenakan kaftan biru kehijauan dan tersenyum lebar saat bermain sepak bola dengan teman-teman di dekat rumahnya di Kankara, Shuaibu tampak riang sehari setelah dipertemukan kembali dengan keluarganya.

Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Ini Tidak Adil' Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

"Ini Tidak Adil" Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

Global
Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Global
WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

Global
Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Global
Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Global
Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Global
Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Global
Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Global
Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Global
Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Global
Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Global
WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

Global
Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Global
Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Global
Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Global
komentar
Close Ads X