Ratusan Siswa yang Diculik di Nigeria Akhirnya Diselamatkan

Kompas.com - 18/12/2020, 06:56 WIB
Pemimpin kelompok teroris Boko Haram, Abubakar Shekau AFP PHOTOPemimpin kelompok teroris Boko Haram, Abubakar Shekau

KOMPAS.com – Sebanyak 344 siswa sekolah yang diculik telah berhasil diselamatkan dan dibawa oleh aparat keamanan Nigeria.

Kabar itu disampaikan oleh Gubernur Negara Bagian Katsina, Nigeria, Aminu Masari, dalam wawancara yang disiarkan televisi pada Kamis (17/12/2020).

Kelompok teroris Boko Haram sebelumnya mengekalim bertanggung jawab telah menculik 344 siswa sekolah tersebut. Namun, klaim tersebut sulit untuk diverifikasi kebenarannya.

Masari mengatakan bahwa ke-344 siswa tersebut dalam perjalanan kembali ke Katsina sebagaimana dilansir dari The Guardian.

Baca juga: 330 Murid Disandera Boko Haram, Para Ibu di Nigeria: Kembalikan Anak-anak Kami...

“Saat ini, 344 siswa sudah dibawa ke aparat keamanan. Saya pikir kami telah menyelamatkan sebagian besar anak-anak itu,” kata Masari.

Sementara itu, The Independent melaporkan bahwa Masari mengakui masih ada sekitar 330 siswa yang masih ditawan.

Sebelumnya diberitakan, ada aksi penculikan di sebuah sekolah pedesaan di Kankara, Jumat (11/12/2020) pekan lalu.

Dalam penculikan tersebut, beberapa siswa yang berhasil lolos dari para penculik mengatakan kepada media lokal bahwa lebih dari 500 siswa telah diculik dari sekolah tersebut.

Baca juga: 26 Jenderal di Nigeria Terinfeksi Covid-19, 1 Tewas

Pernyataan Masari tersebut muncul beberapa hari setelah Boko Haram merilis video yang konon menunjukkan beberapa siswa yang telah diculik.

Rekaman video tersebut juga memuat logo Boko Haram. Namun video itu belum diverifikasi secara independen sebagaimana dilansir dari The Guardian.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Global
Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Global
Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Global
Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Seluruh Menterinya Mundur

Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Seluruh Menterinya Mundur

Global
Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Global
Gelar Misa Terakhir di Irak sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Gelar Misa Terakhir di Irak sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Global
Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Global
4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

Global
Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Global
Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Muntahan Paus Harganya Rp 3,7 Miliar | Hari Kudeta Myanmar Paling Berdarah

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Muntahan Paus Harganya Rp 3,7 Miliar | Hari Kudeta Myanmar Paling Berdarah

Global
China Nyatakan Kesediaan untuk Terlibat Redakan Situasi Myanmar

China Nyatakan Kesediaan untuk Terlibat Redakan Situasi Myanmar

Global
Trump Protes Namanya Dipakai untuk Galang Dana oleh Partainya

Trump Protes Namanya Dipakai untuk Galang Dana oleh Partainya

Global
Siswa Siap Kembali ke Kelas, Inggris Bagikan 57 Juta Alat Tes Covid-19 ke Sekolah

Siswa Siap Kembali ke Kelas, Inggris Bagikan 57 Juta Alat Tes Covid-19 ke Sekolah

Global
Meghan Tuding Kerajaan Inggris Umbar Kebohongan Soal Keluarganya dengan Pangeran Harry

Meghan Tuding Kerajaan Inggris Umbar Kebohongan Soal Keluarganya dengan Pangeran Harry

Global
komentar
Close Ads X