Korsel Sahkan RUU Larang Propaganda Anti-Korut, karena Takut Kim Yo Jong?

Kompas.com - 15/12/2020, 07:59 WIB
Balon propaganda Korea Selatan, keberadaan balon-balon ini memicu kemarahan Korea Utara. AP: Ahn Young-JoonBalon propaganda Korea Selatan, keberadaan balon-balon ini memicu kemarahan Korea Utara.

SEOUL, KOMPAS.com - Parlemen Korea Selatan pada Senin (14/12/2020) mengasahkan RUU yang melarang penyebaran propaganda anti-Korut ke Korea Utara.

Para aktivis hak asasi manusia mengecam pengesahan itu, dengan menyebutnya melanggar kebebasan berbicara.

Kelompok-kelompok yang dijalankan para pembelot Korut selama puluhan tahun mengirimkan selebaran anti-Pyongyang, di samping makanan, obat-obatan, uang 1 dollar AS, radio mini, dan flashdisk berisi berita dan drama Korea Selatan, ke Utara.

Baca juga: Bantu Warga Korut, Pembelot Siap Kirim Botol Plastik Isi Beras

Pengiriman biasanya dilakukan dengan balon atau botol yang dihanyutkan di sungai perbatasan. Korut sejak lama telah mengecam praktik tersebut.

Lalu kini, Amandemen Undang-undang Perkembangan Hubungan Antar-Korea melarang penyebaran materi cetak, barang, uang, dan barang-barang berharga lainnya di perbatasan kedua negara.

UU itu juga melarang siaran propaganda dari pengeras suara, yang pernah digunakan sebagai alat perjuangan oleh militer Korsel dalam perang psikologis melawan Korut. Namun peralatannya sudah ditarik setelah KTT antar-Korea pada 2018.

Baca juga: Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Dilansir Kompas.com dari Reuters, setiap pelanggaran hukum terhadap UU yang akan berlaku tiga bulan lagi itu, bisa dihukum hingga tiga tahun penjara atau denda 30 juta won (Rp 386 juta).

RUU ini diajukan pada Juni oleh anggota parlemen dari partai yang berkuasa, setelah Kim Yo Jong adik Kim Jong Un memperingatkan Korsel agar membuat UU untuk menghentikan propaganda.

Kim Yo Jong juga mengancam Seoul, jika tidak melakukannya mereka akan menghadapi fase terburuk dalam hubungan kedua negara.

"Mereka coba membuat perintah Kim Yo Jong menjadi UU dengan satu kata," ujar Tae Yong-ho anggota parlemen oposisi dan mantan diplomat Korea Utara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

Global
PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Global
ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
komentar
Close Ads X