Taiwan yang Terancam Perkuat Aliansi untuk Lawan Tatanan Otoriter China

Kompas.com - 07/12/2020, 18:24 WIB
Lima helikopter jenis AH1W melintas ketika digelar latihan perang Han Kuang, yang mensimulasikan invasi China di Taichung, Taiwan, pada 16 Juli 2020. REUTERS PHOTO/ANN WANGLima helikopter jenis AH1W melintas ketika digelar latihan perang Han Kuang, yang mensimulasikan invasi China di Taichung, Taiwan, pada 16 Juli 2020.

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan dorong untuk komunitas internasional bergabung bersama untuk melawan ekspansionisme dan mencegah invasi China ke Taiwan, dengan berbagi informasi intelijen.

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu mengatakan kepada The Guardian bahwa aktivitas China di Laut China Selatan dan China Timur, pertempuran perbatasan dengan India, dan tindakan kerasnya di Hong Kong adalah bukti bahwa China berusaha untuk "memperluas tatanan otoriternya".

Menurutnya, Taiwan adalah target berikutnya.

Wu memperingatkan mitranya, di antaranya AS, Eropa, Jepang, dan Australia, bahwa jika Taiwan "menjadi mangsa China", itu akan sangat memperluas jangkauan Beijing ke kawasan Pasifik dan secara signifikan memengaruhi tatanan dunia.

Melansir The Guardian pada Senin (7/12/2020), sebagai menteri luar negeri, Wu telah berada di garis depan kampanye lobi Taiwan untuk aliansi internasional yang "berpikiran sama".

Baca juga: Rumah Berhantu di Taiwan Ini Dijual, Harganya Rp 6,4 Miliar

Wu optimis tentang apa yang dia harapkan akan ditawarkan oleh negara lain, tetapi ia berhati-hati untuk tidak mengajukan permintaan bantuan militer langsung, yang dapat mengobarkan stabilitas genting Selat Taiwan.

Dia mengatakan Beijing akan sangat mungkin melakukan penerapan "otoriter, bahkan pemerintahan totaliter", yang akan membuat rakyatnya sendiri menentangnya.

Meskipun Partai Komunis China tidak pernah memerintah Taiwan, Beijing menganggapnya sebagai provinsi yang memisahkan diri yang harus dibawa kembali ke tanah air, dengan kekerasan jika perlu.

Dasar pemikiran China itu telah secara dramatis mendorong peningkatan kemampuan militernya, dengan meningkatkan serangan udara dan latihan militer, serta mempertajam retorikanya terhadap Taipei dan AS atas dukungannya terhadap Taiwan.

Baca juga: Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Pada Oktober, presiden China Xi Jinping, memberi tahu pasukannya untuk mempersiapkan perang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi 'Obat' bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi "Obat" bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Global
Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Global
Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Global
Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Global
Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Global
Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Internasional
Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Global
Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Global
Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Global
komentar
Close Ads X