Petani India: Bertekad Tolak UU Reformasi Pertanian, "Menang atau Mati"

Kompas.com - 07/12/2020, 17:28 WIB
Dalam gambar yang diambil pada tanggal 5 Desember 2020 ini, petani berkumpul di sepanjang jalan yang diblokir oleh polisi untuk menghentikan aksi protes mereka terhadap UU reformasi pertanian oleh pemerintah pusat baru-baru ini, di perbatasan negara bagian Delhi-Haryana di Kundli. Di balik kawat berduri dan truk yang memblokir jalan raya utama ke ibu kota India, ribuan petani berkemah di musim dingin yang menggigit karena mereka memprotes reformasi pertanian yang mereka khawatirkan dapat menghancurkan mata pencaharian mereka. MONEY SHARMA/AFPDalam gambar yang diambil pada tanggal 5 Desember 2020 ini, petani berkumpul di sepanjang jalan yang diblokir oleh polisi untuk menghentikan aksi protes mereka terhadap UU reformasi pertanian oleh pemerintah pusat baru-baru ini, di perbatasan negara bagian Delhi-Haryana di Kundli. Di balik kawat berduri dan truk yang memblokir jalan raya utama ke ibu kota India, ribuan petani berkemah di musim dingin yang menggigit karena mereka memprotes reformasi pertanian yang mereka khawatirkan dapat menghancurkan mata pencaharian mereka.

KUNDLI, KOMPAS.com - Puluhan ribu petani berkemah di musim dingin yang menggigit, di belakang kawat berduri dan truk yang memblokir jalan raya utama menuju ibu kota India.

Mereka melakukan aksi protes atas reformasi pertanian yang mereka khawatirkan dapat menghancurkan mata pencaharian mereka.

Lapisan jerami, kasur, dan selimut mereka siapkan untuk menjadi alas tidur di dalam traktor dan truk yang mereka bawa di jalan raya. Sementara, makanan untuk enam bulan ditumpuk di kotak trailer.

Hal itu menjadi tanda bahwa para petani India dengan tegas mempertahankan blokade sampai Perdana Menteri Narendra Modi menarik kebijakan reformasi pertanian.

Baca juga: Penyakit Misterius Muncul di India, 140 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Melansir AFP pada Senin (7/12/2020), slogan-slogan pro-petani terdengar dari pengeras suara di barisan petani, dengan beberapa pengunjuk rasa berdiri di atas traktor mengacungkan pedang dan tombak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sandeep Singh, seorang petani dari distrik Ludhiana di negara bagian Punjab utara, sebuah wilayah agraris utama, berkata kepada AFP, "Undang-undang ini (reformasi pertanian) adalah hukuman mati bagi para petani."

"Ini (blokade) adalah Tembok Berlin, tetapi bahkan jika kami harus memprotes selama satu atau dua tahun atau harus menghadapi peluru, kami tidak akan meninggalkan tempat ini sampai undang-undang dicabut."

Inti dari perselisihan tersebut adalah undang-undang baru yang menurut pemerintah akan merombak sektor yang gagal dengan deregulasi pertanian dan menghilangkan perantara negara.

Baca juga: Ribuan Petani di India Bangkit Melawan PM Narendra Modi

Namun, para petani India percaya bahwa perubahan tersebut hanya akan menguntungkan perusahaan besar.

Baik pemerintah dan kelompok petani menolak untuk mengubah pendapatnya, meskipun beberapa pembicaraan telah dilakukan.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.