Karena Covid-19, Begini Rencana Pelantikan Presiden Terpilh AS Joe Biden

Kompas.com - 07/12/2020, 15:51 WIB
Presiden terpilih Joe Biden berbicara pada hari Rabu, 25 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS. AP/Carolyn KasterPresiden terpilih Joe Biden berbicara pada hari Rabu, 25 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS.

WILMINGTON, KOMPAS.com - Prosesi pelantikan presiden terpilih AS Joe Biden diyakini bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena Covid-19.

Acara yang bakal dihelat pada 20 Januari nanti itu direncanakan sesederhana mungkin demi menghindari perayaan dan kerumunan dalam jumlah besar.

Diperkirakan parade akbar di Pennsylvania Avenue, jalan di luar Gedung Putih, tidak akan digelar. Demikian juga dengan acara dansa.

Baca juga: Trump Desak Gubernur Georgia Jadi Pendukungnya untuk Batalkan Kemenangan Biden

Momen yang dipakai oleh presiden terpilih AS dan pasangannya untuk menari setelah upacara pelantikan diprediksi akan diganti secara virtual.

Begitu juga dengan tradisi jamuan makan siang setelah pelantikan, di mana para politisi mengucaplan doa dan harapan mereka bagi presiden terpilih.

Dilansir Sky News Senin (7/12/2020), tradisi mendoakan presiden AS berikutnya memang masih dilakukan. Hanya, tidak akan ada makan siang.

Kemudian di tengah spekulasi yang beredar, acara pengambilan sumpah bagi Joe Biden diyakini tidak akan dihelat secara virtual.

Rencananya, hadirin yang hadir akan menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19 yang merajalela serta diharuskan mengenakan masker.

Juru bicara komite kongres yang didapuk mengurusi agenda itu menuturkan, tamu juga diminta menjalani tes jika berdekatan dengan Biden.

Baca juga: Viral, Kenangan Joe Biden Kunjungi Uni Soviet Tahun 1988, Seperti Apa?

Sorotan bakal diarahkan ke platform VIP yang disebut bisa menampung hingga 1.600 orang, dengan politisi diperbolehkan menyerahkan tiketnya ke kerabat mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Lagi, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Global
Peneliti Ungkap 1 Korban Letusan Gunung Vesuvius, Dipercaya Bukan Orang Biasa

Peneliti Ungkap 1 Korban Letusan Gunung Vesuvius, Dipercaya Bukan Orang Biasa

Global
7 Anak Tewas dalam Penembakan Sekolah Rusia, Tersangka Seorang Pemuda

7 Anak Tewas dalam Penembakan Sekolah Rusia, Tersangka Seorang Pemuda

Global
Raja Malaysia Desak Warga Tidak Keluar Rumah Selama Lockdown, Khawatir Tsunami Covid-19

Raja Malaysia Desak Warga Tidak Keluar Rumah Selama Lockdown, Khawatir Tsunami Covid-19

Global
POPULER GLOBAL: Puluhan Jenazah Tersapu di Sungai Gangga | Pole Dance di Resepsi Pernikahan Bikin Kontroversi

POPULER GLOBAL: Puluhan Jenazah Tersapu di Sungai Gangga | Pole Dance di Resepsi Pernikahan Bikin Kontroversi

Global
Adolf Eichmann: Perancang Holocaust Nazi yang Tak Pernah Menyesal hingga Akhir Hidupnya

Adolf Eichmann: Perancang Holocaust Nazi yang Tak Pernah Menyesal hingga Akhir Hidupnya

Internasional
Australia dalam Ancaman Serangan Rudal Jarak Jauh China

Australia dalam Ancaman Serangan Rudal Jarak Jauh China

Global
Ratu Elizabeth Jalankan Tugas Besar Kerajaan Pertama Sejak Kematian Pangeran Philip

Ratu Elizabeth Jalankan Tugas Besar Kerajaan Pertama Sejak Kematian Pangeran Philip

Global
Netanyahu Bela Penanganan Polisi Israel dalam Bentrokan di Yerusalem

Netanyahu Bela Penanganan Polisi Israel dalam Bentrokan di Yerusalem

Global
Silvio Berlusconi Masuk RS Lagi, Terkait Efek Samping Covid-19

Silvio Berlusconi Masuk RS Lagi, Terkait Efek Samping Covid-19

Global
Pertumbuhan Populasi China Tahun 2020 Paling Lambat sejak 1960-an

Pertumbuhan Populasi China Tahun 2020 Paling Lambat sejak 1960-an

Global
Covid-19 Nepal, Pendaki Gunung Everest Didesak Bawa Turun Tabung Oksigen Bekas

Covid-19 Nepal, Pendaki Gunung Everest Didesak Bawa Turun Tabung Oksigen Bekas

Global
Konflik Palestina-Israel: Fakta Dibalik Sengketa Berusia 100 Tahun

Konflik Palestina-Israel: Fakta Dibalik Sengketa Berusia 100 Tahun

Global
Alat Kelamin Patah saat Bercinta dengan Pacar, Harga Diri Petarung MMA Ini Terluka

Alat Kelamin Patah saat Bercinta dengan Pacar, Harga Diri Petarung MMA Ini Terluka

Global
Sebar Foto Mainan Seks dalam Tas Wanita, Satpam di China Dipecat

Sebar Foto Mainan Seks dalam Tas Wanita, Satpam di China Dipecat

Global
komentar
Close Ads X