Kompas.com - 06/12/2020, 17:31 WIB
Ilustrasi truk. SHUTTERSTOCKIlustrasi truk.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Seorang hakim federal menghukum dua pria masing-masing sembilan tahun penjara dan 12 tahun penjara.

Keduanya dihukum karena mengangkut 118 migran asal Amerika Tengah tanpa dokumen menggunakan truk kargo melalui tenggara Meksiko.

Keputusan itu disampaikan oleh Kantor Jaksa Agung Republik Meksiko pada Sabtu (5/12/2020) sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Baca juga: Seorang Pekerja Imigran Dibayar Murah Alami Kecelakaan hingga Tewas Tanpa Keamanan Standar

Menurut kantor kejaksaan Meksiko, sang hakim, yang berbasis di Negara Bagian Chiapas, memutuskan bahwa kedua orang tersebut bersalah atas kejahatan mengangkut orang asing untuk menghindari prosedur imigrasi dan mendapatkan keuntungan.

Kedua terdakwa, Juan Lopez dan Hermelindo Jimenez, menghadapi proses pidana setelah ditahan oleh Garda Nasional pada Oktober 2019.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keduanya ditahan saat mengemudikan sebuah trailer traktor melalui Chiapas barat, negara bagian yang berbatasan dengan Guatemala.

Baca juga: 99 Imigran Rohingya Diselamatkan Indonesia, Uni Eropa Ikut Beri Bantuan

Setelah menghentikan kendaraan tersebut, petugas penegak hukum menemukan 99 migran dari Guatemala, 14 migran dari El Salvador, dan lima migran dari Honduras, dengan 22 di antaranya adalah anak-anak.

Hakim menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara pada Juan dan sembilan tahun pada Hermelindo atas kejahatan tersebut, ditambah dengan denda yang berat.

Baca juga: Saya Tidak Bisa Bernapas, Pesan Terakhir Salah Satu Imigran Vietnam yang Tewas di Truk Kontainer

Pelaku penyelundupan manusia terkadang menggunakan truk kargo untuk mengangkut orang Amerika Tengah untuk mencapai perbatasan dengan Amerika Serikat (AS).

Hal ini membahayakan nyawa para migran, karena mereka melakukan perjalanan selama berhari-hari dalam trailer yang penuh sesak tanpa makanan, kata pihak berwenang Meksiko.

Baca juga: Selama Wabah Corona Berlangsung, AS Izinkan Imigran Ilegal dapat Akses Pengobatan


Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Global
Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Global
Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Global
Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Global
Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Internasional
Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Global
Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Internasional
Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Internasional
Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Global
Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada 'Dari Sabang sampai Merauke'

Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada "Dari Sabang sampai Merauke"

Internasional
Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Global
Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Global
Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Global
Uni Eropa Izinkan 'Perjalanan Tidak Penting' dari AS dan Negara Lain

Uni Eropa Izinkan "Perjalanan Tidak Penting" dari AS dan Negara Lain

Global
Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Global
komentar
Close Ads X