Selama Wabah Corona Berlangsung, AS Izinkan Imigran Ilegal dapat Akses Pengobatan

Kompas.com - 20/03/2020, 15:56 WIB
Imigran yang dideportasi dari Amerika Serikat (AS) tiba di Guatemala City, Guatemala, 19 Maret 2020. AS melanjutkan sebagian deportasinya untuk warga Guatemala pada 19 Maret, dengan penerbangan bersama 66 imigran dari Brownsville, Texas. Deportasi sempat dihentikan sementara karena wabah virus corona. EDWIN BERCIAN/EPA-EFEImigran yang dideportasi dari Amerika Serikat (AS) tiba di Guatemala City, Guatemala, 19 Maret 2020. AS melanjutkan sebagian deportasinya untuk warga Guatemala pada 19 Maret, dengan penerbangan bersama 66 imigran dari Brownsville, Texas. Deportasi sempat dihentikan sementara karena wabah virus corona.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Otoritas imigrasi Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka tidak akan menahan imigran yang tidak berdokumen di fasilitas kesehatan, selama wabah virus corona berlangsung.

Badan Imigrasi Bea dan Cukai AS (ICE) pada tahun lalu telah menggencarkan penangkapan dan mendeportasi imigran ilegal.

Mereka menciduknya di fasilitas publik, termasuk pengadilan di mana para imigran ilegal tersebut mungkin tersandung dalam kasus hukum.

Baca juga: Ada Virus Corona, Penjualan Senjata Api di Amerika Serikat Melonjak

Namun institusi tersebut mengatakan pada Rabu malam (18/3/2020) bahwa mengingat situasi darurat akibat epidemi virus corona, imigran ilegal tanpa dokumen diizinkan mengunjungi dokter dan fasilitas-fasilitas kesehatan.

"Selama krisis Covid-19, ICE tidak akan melakukan operasi penegakan hukum di atau dekat fasilitas perawatan kesehatan," tulis ICE dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Fasilitas kesehatan yang dimaksud di antaranya rumah sakit, tempat praktik dokter, klinik kesehatan terakreditasi, dan fasilitas-fasilitas perawatan darurat.

Baca juga: Profil Uli Auliani, Bintang Film Horor yang Kini Berkarier di Amerika

ICE menambahkan, lingkup penahanan akan dipersempit untuk imigran ilegal yang "menimbulkan risiko keselamatan publik", atau menghadapi tuntutan pidana yang serius.

Kemudian sisanya akan diselesaikan "setelah krisis berakhir", demikian pernyataan ICE.

Presiden Donald Trump menugaskan ICE untuk mengumpulkan dan mengusir imigran ilegal, yang jumlahnya lebih dari 10 juta orang. di Amerika Serikat.

Mereka telah berada di "Negeri Uncle Sam" selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Baca juga: Cegah Corona, Kabupaten di Pegunungan Tengah Papua Perktetat Pengawasan di Pintu Masuk

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Global
Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Global
PM Thailand Menangkan Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

PM Thailand Menangkan Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

Global
Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Global
Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Global
Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Global
Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Global
Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Global
[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

Global
Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Global
Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Global
Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Global
Paus Fransiskus Kunjungi dan Cium Tangan Eks Paus Benediktus XVI

Paus Fransiskus Kunjungi dan Cium Tangan Eks Paus Benediktus XVI

Global
Putin Puji Keberanian PM Armenia yang Tandatangani Kesepakatan Damai Nagorno-Karabakh

Putin Puji Keberanian PM Armenia yang Tandatangani Kesepakatan Damai Nagorno-Karabakh

Global
Lawan China, Sejumlah Politisi Dunia Ajak Publik Minum Wine Australia

Lawan China, Sejumlah Politisi Dunia Ajak Publik Minum Wine Australia

Global
komentar
Close Ads X