AS: Iran Tak Akan Lakukan Serangan Balasan Sebelum Pelantikan Joe Biden

Kompas.com - 04/12/2020, 17:10 WIB
Hassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Rohani terpiliha sebagai presiden Iran pada 14 Juni lalu. AFPHassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Rohani terpiliha sebagai presiden Iran pada 14 Juni lalu.

WASHIINGTON DC, KOMPAS.com - Perwakilan Khusus Amerika Serikat untuk Iran, Elliott Abrams mengatakan bahwa Iran tidak mungkin melakukan apa pun yang dapat memancing kemarahan pemerintahan Joe Biden yang akan datang.

Adams mengatakan bahwa Republik Islam saat ini sangat terkepung dengan berbagai sanksi yang melumpuhkan negaranya, termasuk sanksi yang baru dijatuhkan pada akhir bulan lalu.

“Jika mereka menginginkan keringanan sanksi, mereka tahu bahwa mereka akan perlu melakukan semacam negosiasi setelah 20 Januari," ujar Adams seperti yang dilansir dari The Times of Israel pada Jumat (4/12/2020).

Menurutnya, akan ada pemikiran yang mengaharuskan mereka untuk tidak melakukan aktivitas apa pun antara sekarang hingga hari pelantikan Joe Biden, 20 Januari.

Jika melakukan tindakan gegabah yang memancing kemarahan pemerintah AS, "membuat keringanan sanksi semakin sulit didapat".

Baca juga: Trump Peringatkan Pejabat Luar Negeri AS untuk Tidak Memulai Perang Dunia III dengan Iran

Dia menambahkan bahwa AS dan Iran kemungkinan akan menegosiasikan kembali kesepakatan nuklir era Obama pada 2015 yang dimaksudkan untuk mengekang aspirasi Iran terhadap senjata nuklir, dengan imbalan keringanan sanksi.

Pada 2018 era pemerintahan Trump, AS keluar dari kesepakatan nuklir dan memilih posisi yang lebih hawkish.

Namun, Iran telah mengatakan tidak akan mempertimbangkan kesepakatan nuklir itu.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu berapi-api menyerukan untuk "menghukum" mereka yang berada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir top Iran, Mohsen Fakhrizadeh.

Saat pemakaman Fakhrizadeh pada Senin (30/11/2020), Menteri Pertahanan Iran Jenderal Amir Hatami menyatakan niat pembalasan dengan cara tertentu.

Baca juga: Israel Datangkan 7 Kapal Misil Baru, Bisa Lebih Kuat untuk Lawan Iran

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Global
komentar
Close Ads X