Trump Peringatkan Pejabat Luar Negeri AS untuk Tidak Memulai Perang Dunia III dengan Iran

Kompas.com - 04/12/2020, 13:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020. AP PHOTO/Evan VucciPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump telah memberitahu penasihat kebijakan luar negerinya bahwa mereka dapat melakukan apa pun terhadap Iran, tapi melarang "memulai Perang Dunia III".

Pejabat pemerintahan mengatakan kepada The Daily Beast bahwa presiden akan meninggalkan Gedung Putih itu telah menyerahkan kewenangan dalam mengambil keputusan terhadap Iran, kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan anggota lainnya di Gedung Putih.

Para pejabat mengatakan bahwa presiden AS telah memberi wewenang kepada Pompeo dan pejabat yang lain untuk memberikan tindakan apa pun yang mereka mau kepada Iran sebelum masa keperesidenannya berakhir.

Baca juga: Presiden Trump Rencanakan Beri Pengampunan Hukum untuk Anak, Menantu, dan Pengacara Pribadinya

Namun, dengan catatan, yaitu melarang untuk memulai "Perang Dunia III", sebagaimana yang dilansir dari The Independent pada Jumat (4/12/2020).

Presiden dari Partai Republik ini secara pribadi telah terlibat dalam pendekatan "tekanan maksimum" pemerintah terhadap Iran sejak 2016.

Trump memberikan berbagai macam sanksi terhadap Iran dan memerintahkan pembunuhan jenderal tertingginya, yaitu Qassem Soleimani pada 3 Januari 2020, menurut laporan Business Insider.

Sejak pemilu AS 3 November, Trump telah berusaha merusak hubungan AS dengan Iran lebih jauh, setelah dilaporkan bahwa presiden terpilih, Joe Biden, akan mengambil pendekatan yang lebih halus dengan Iran.

Baca juga: Donald Trump: Sampai Jumpa Empat Tahun Lagi


Biden dikabarkan akan mengembalikan keterlibatan AS dalam kesepekatan nuklir antara Iran dengan kekuatan negara lainnya di dunia, yang mana AS telah menarik diri di bawah pemerintahan Trump, pada 2018.

Kemudian, ia diperkirakan akan menawarkan bantuan keuangan negara sebagai imbalan atas pembatasan kegiatan nuklir.

Pada awal November, Trump bertanya kepada para pembantu utamanya apakah AS dapat menyerang situs nuklir utama Iran, ketika dia mencoba untuk menyalakan kembali ketegangan di wilayah tersebut, menurut The New York Times.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X