Thailand Klaim Sita Narkoba Senilai Hampir Rp 14 Triliun, Ternyata Bahan Pembersih

Kompas.com - 26/11/2020, 21:58 WIB
Otoritas Thailand ketika mengumumkan temuan narkoba senilai hampir Rp 14 triliun pada 12 November. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih detil, benda yang diklaim ketamine itu ternyata bahan pembersih. EPA via BBCOtoritas Thailand ketika mengumumkan temuan narkoba senilai hampir Rp 14 triliun pada 12 November. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih detil, benda yang diklaim ketamine itu ternyata bahan pembersih.

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemerintah Thailand dibuat malu ketika mengeklaim menyita narkoba jenis ketamine senilai hampir 1 miliar dollar AS, atau Rp 14 triliun.

Sebab berdasarkan pemeriksaan di laboratorium, zat itu ternyata trisodium fosfat, substansi yang termasuk dalam bahan pembersih.

Menteri Kehakiman Somsak Thepsuthin sontak menyebut terjadi "kesalahan teknis", sementara kehakimannya menyatakan "terdapat kesalahpahaman".

Baca juga: Dalam Seminggu, Polres Jaksel Tangkap 26 Tersangka Kasus Narkoba

Penegak hukum pada awal November mengumumkan menyita ketamine, dan mendeklarasikannya sebagai penyitaan terbesar di Thailand.

Ketamina pada dasarnya digunakan untuk anaestesi. Namun efek halusinogen yang ditimbulkan membuat zat ini disalahgunakan sebagai "narkoba pesta".

Diwartakan BBC Rabu (25/11/2020), substansi itu bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh hingga kematian jika digunakan secara serampangan.

Sementara trisodium fosfat, substansi yang berbentuk bubuk putih, biasanya digunakan untuk pembersih noda atau aditif pada makanan.

"Ini adalah kesalahpahaman yang kementerian kami harus terima," kata Somsak dikutip Bangkok Post. Dia menuturkan terdapat kesalahan di lapangan.

Dia menjelaskan klaim itu muncul setela berdasarkan hasil awal, muncul warna ungu yang menunjukkan ketamine hidroklorida.

Baca juga: Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Namun di sisi lain, warna ungu juga menunjukkan kandungan trisodium fosfat, sehingga dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk memastikannya.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X