Biden Berseru untuk Serius Perang Lawan Covid-19, Bukan "Satu Sama Lain"

Kompas.com - 26/11/2020, 12:24 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato di Wilmington, Delaware, Rabu (10/11/2020) AFP via GETTY IMAGES/ANGELA WEISSPresiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato di Wilmington, Delaware, Rabu (10/11/2020)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden terpilih AS Joe Biden menyerukan untuk mengakhiri "musim perpecahan yang suram", sebagai negara yang menghadapi musim dingin yang panjang dan berat dengan wabah penyakit Covid-19.

Dalam pidatonya untuk liburan Thanksgiving, seperti yang dilansir dari BBC pada Kamis (26/11/2020), Biden mengatakan bahwa Amerika saat ini sedang berperang melawan virus corona, bukan war.

Dia mendesak orang-orang untuk melupakan tradisi liburan yang berisiko tinggi, karena kasus virus corona terus meningkat di AS.

Dalam pidatonya pada Rabu, Biden mengatakan kepada bangsanya, "Saya percaya Anda selalu pantas mendengar kebenaran dari presiden Anda. Kita harus memperlambat pertumbuhan virus corona ini. Kita berhutang kepada para dokter dan perawat serta pekerja garis depan. Kita berhutang kepada sesama warga kita."

Baca juga: Thanksgiving, Biden Sarankan Warga AS Tahan Diri untuk Tidak Berkumpul dalam Acara Besar

Dia mengatakan Covid-19 telah "membuat kita kesakitan, kehilangan serta frustrasi" dan menelan banyak nyawa.

"Itu memecah belah kita, membuat kita marah, membuat kita melawan satu sama lain. Saya tahu negara ini sudah lelah berperang, tetapi kita perlu ingat, kita berperang melawan virus, bukan satu sama lain," jelasnya.

"Kita harus menguatkan tulang punggung kita, melipatgandakan upaya kami dan berkomitmen kembali untuk berjuang," tegasnya.

Presiden terpilih mendesak orang Amerika untuk mengubah perayaan Thanksgiving mereka.

Biden mengatakan bahwa alih-alih pertemuan besar seperti biasa, dia akan menghabiskan liburan hanya dengan istrinya Jill dan putri-putrinya, serta menantu mereka.

Baca juga: Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Sementara anggota keluarga lainnya akan berada dalam kelompok kecil.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Global
Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Global
Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Global
Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Global
Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Global
WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

Global
Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Global
WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

Global
Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Global
Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Global
Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Global
Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Global
Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Global
Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Global
Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Global
komentar
Close Ads X