Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Kompas.com - 25/11/2020, 23:01 WIB
Dalam file foto 4 Desember 2013 ini, Presiden China Xi Jinping, kanan, berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden saat mereka berpose untuk foto di Aula Besar Rakyat di Beijing. Saat orang Amerika merayakan dan juga ada yang marah atas presiden terpilih yang baru, Biden, banyak orang di Asia yang menyaksikan realitas pemerintahan Joe Biden dengan perasaan campur aduk. AP/Lintao ZhangDalam file foto 4 Desember 2013 ini, Presiden China Xi Jinping, kanan, berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden saat mereka berpose untuk foto di Aula Besar Rakyat di Beijing. Saat orang Amerika merayakan dan juga ada yang marah atas presiden terpilih yang baru, Biden, banyak orang di Asia yang menyaksikan realitas pemerintahan Joe Biden dengan perasaan campur aduk.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping pada Rabu (25/11/2020) memberikan ucapan selamat dan pesan kerja sama kepada Joe Biden sebagai pemenang dari pemilihan presiden AS 2020.

Xi menyampaikan pesan melalui telegram kepada Biden. Pesan ucapan selamat itu datang bersama dengan pesan Xi bahwa kedua negara seharusnya "tidak berpegang pada konflik atau konfrontasi, harus saling menghormati dan memiliki semangat kerja sama untuk kepentingan bersama".

Baca juga: China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik Ekstremisme Agama

Melansir AFP pada Rabu (25/11/2020), China berharap tindakan tersebut dilakukan untuk mendukung "tujuan mulia", yaitu perdamaian dan pembangunan dunia.

Pesan dari Xi tersebut datang lebih dari 2 pekan setelah beberapa negara besar lainnya memberi selamat kepada Biden.

Baca juga: China: Kritikan Paus Fransiskus Tidak Berdasar terhadap Minoritas Muslim Uighur

Di bawah pemerintahan Donald Trump, hubungan AS-China telah terpukul ke titik teredah dalam sejarah, selama beberapa bulan terakhir.

Kedua negara adidaya saling melempar masalah, meliputi berbagai isu mulai dari perang dagang, tuduhan spionase, hak asasi, kebebasan media hingga persaingan terknologi.

Baca juga: India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

Kedua negara telah berulang kali saling menyerang dalam penanganan pandemi virus corona yang mematikan, di mana Washington menyalahkan kurangnya transparansi China selama wabah awal muncul di Wuhan pada akhir tahun lalu.

Xi menambahkan bahwa ke depan diharapkan "perkembangan hubungan AS-China yang sehat dan stabil sesuai dengan kepentingan fundamental kedua bangsa".

Baca juga: Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Wakil Presiden China Wang Qishan juga mengirimkan pesan ucapan selamat kepada Kamala Harris atas terpilihnya dia sebagai wakil presiden AS, menurut laporan kantor berita Xinhua.

Beijing sebelumnya telah memberikan ucapan selamat yang rendah hati kepada Biden dan Harris pada 13 November, setelah beberapa negara besar memberi selamat kepada presiden terpilih AS itu, atas kemenangannya setelah berhari-hari terjadi kekacauan.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

"Kami memahami hasil pemilu AS akan dikonfirmasi berdasarkan hukum dan prosedur AS," kata juru bicara kementerian luar negeri China, Wang Wenbin selama briefing rutin pada saat itu.

Tanggapan media China terhadap kemenangan Biden sejak hasil dikonfirmasi pada awal bulan ini juga sempat dibungkam.


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X