Indonesia Capai Tingkat Terendah terhadap Komitmen G20 Periode 2019

Kompas.com - 22/11/2020, 19:11 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri depan) berfoto bersama para pemimpin negara-negara peserta KTT G20 di Osaka Jepang, Jumat (28/06/2019). Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana mengikuti serangkaian acara KTT G20 dan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat pada 28-29 Juni di Osaka. ANTARA FOTO/REUTERS/KIM KYUNG-HOPresiden Joko Widodo (kiri depan) berfoto bersama para pemimpin negara-negara peserta KTT G20 di Osaka Jepang, Jumat (28/06/2019). Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana mengikuti serangkaian acara KTT G20 dan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat pada 28-29 Juni di Osaka.

RIYADH, KOMPAS.com - Dalam pencapaian komitmen Osaka, Indonesia berada di peringkat terbawah, sementara Jerman dan Uni Eropa teratas, menurut laporan yang dirilis kelompok riset G20 Research Group.

Menjelang pertemuan puncak para pemimpin G20 yang diselenggarakan oleh Arab Saudi, tim riset G20 Research Group pada Jumat (20/11/2020) merilis hasil penelitian tentang pencapaian Komitmen Osaka di antara anggota G20.

KTT G20 tahun ini diselenggarakan secara virtual karena pandemi virus corona.

Baca juga: Pernah Jatuh di Indonesia dan Etiopia, Boeing 737 MAX Bisa Terbang Lagi di AS

Melansir DW Indonesia pada Jumat (20/11/2020), Uni Eropa dan Jerman menunjukkan tingkat pencapaian tertinggi terhadap komitmen yang dibuat di KTT G20 Osaka pada 2019.

Sedangkan Afrika Selatan berada di peringkat kedua terbawah, dan Indonesia menempati posisi terbawah.

Laporan tersebut disusun oleh tim peneliti dari Universitas Toronto dan tim peneliti Rusia di Akademi Kepresidenan Ekonomi Nasional dan Administrasi Publik.

Baca juga: Disaksikan Luhut, Indonesia Teken MoU Rp 10,5 Triliun dengan AS untuk Infrastruktur dan Perdagangan

Penelitian itu menilai tingkat "kepatuhan oleh anggota G20" dengan menghitung 19 komitmen prioritas yang dipilih dengan cermat dari total 128 komitmen yang dibuat pada pertemuan di Osaka.

Melihat periode antara 30 Juni 2019 dan 10 Oktober 2020, tim peneliti menemukan tingkat kepatuhan tertinggi, yaitu Uni Eropa berada pada komitmen 100 persen, diikuti oleh Jerman (94 persen), Kanada (89 persen) Australia dan Inggris (keduanya 87 persen).

Baca juga: Investigasi Media AS di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia: Pemerkosaan dan Pelecehan Lain Marak Menimpa Pekerja Wanita

Indonesia berada di peringkat terbawah

Indonesia berada di peringkat terakhir dengan tingkat komitmen 66 persen, sedangkan Arika Selatan kedua terbawah dengan nilai 68 persen.

Arab Saudi yang saat ini menjabat kursi kepresidenan G20, mencapai nilai 71 persen.

Di antara komitmen yang paling sering dilaksanakan selama setahun terakhir adalah peningkatan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, peluang kerja bagi kaum muda, pembiayaan pembangunan berkelanjutan dan upaya penanggulangan perubahan iklim.

Baca juga: KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

Selain itu, yang juga menjadi prioritas utama adalah investasi dalam sumber daya manusia, investasi infrastruktur dan reformasi Organisasi Perdagangan Dunia WTO.

Penelitian G20 Research Group dari universitas Toronto juga menemukan bahwa komitmen perdagangan di pasar terbuka, serta komitmen untuk menghindari dan mengurangi sampah plastik dan mikroplastik di laut, berada pada posisi terakhir di antara prioritas negara-negara G20.

Kelompok G20 terdiri dari 19 negara industri dan negara di ambang industri, termasuk Indonesia.

Baca juga: 5 Anak Wakil Asia termasuk Indonesia, Suarakan Dampak Negatif Pandemi Covid-19


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X