Biden Jamin Tak Ada "Shutdown Nasional" meski Kasus Covid-19 Meningkat

Kompas.com - 20/11/2020, 14:15 WIB
Presiden terpilih Joe Biden melambai saat meninggalkan teater The Queen, Selasa, 10 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS. AP/Carolyn KasterPresiden terpilih Joe Biden melambai saat meninggalkan teater The Queen, Selasa, 10 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS.

WILMINGTON, KOMPAS.com - Presiden terpilih AS Joe Biden menjamin dia takkan menerapkan " shutdown nasional", meski kasus Covid-19 tengah meningkat.

Pemerintah negara bagian hingga kota ramai-ramai menerapkan larangan seperti makan di tempat hingga berkumpul guna mencegah penularan.

"Saya pikir tidak ada keadaan yang memaksa terjadi shutdown nasional. Saya kira itu akan menjadi kontra-produktif," ujar Biden.

Baca juga: Jumlah Kematian karena Covid-19 di Meksiko Capai Lebih dari 100.000

Meski begitu, dia menuturkan kapan dan bagaimana bisnis dan sektor lainnya dibuka tergantung penilaian mengenai ancaman infeksi di daerah.

Merujuk kepada data Universitas Johns Hopkins, AS mencatatkan 11,6 juta kasus penularan Covid-19 dengan 251.000 korban meninggal.

peningkatan kasus virus corona yang tinggi memaksa Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) meminta publik tak merayakan Thanksgiving.

"Ini adalah keharusan. Ini adalah hal yang harus kami rekomendasikan," kata Henry Walke, staf CDC yang bertugas di manajemen respons harian wabah.

Thanksgiving merupakan hari libur tersibuk dalam urusan perjalanan. Banyak orang mengambil cuti pada Jumat (20/11/2020) agar bisa berkunjung ke sanak saudara.

Baca juga: Biden Terkendala Susun Rencana Tangani Pandemi Covid-19 karena Sikap Trump

"Butuh penanganan ekstra"

Presiden Donald Trump sejauh ini masih belum berkomentar atas melonjaknya kasus virus corona, di mana dia sibuk menyuarakan dugaan kecurangan di Pilpres AS.

Sementara Wakil Presiden Mike Pence yang adalah ketua satuan gugus tugas Covid-19 tak menyinggung masker atau Thanksgiving saat konferensi pers.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi Australia Dapat Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi di Kelasnya

Siswi Australia Dapat Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi di Kelasnya

Global
Taiwan Batalkan Festival Lentera Tahun Baru Imlek Setelah Kluster Baru Covid-19 Muncul

Taiwan Batalkan Festival Lentera Tahun Baru Imlek Setelah Kluster Baru Covid-19 Muncul

Global
Jaket Melania dan Beragam Momen Ikonik Lainnya Selama Trump Berkuasa

Jaket Melania dan Beragam Momen Ikonik Lainnya Selama Trump Berkuasa

Global
WHO: Rebutan Vaksin, Dunia Hadapi Kegagalan Moral yang Dahsyat

WHO: Rebutan Vaksin, Dunia Hadapi Kegagalan Moral yang Dahsyat

Global
Dituduh Hina Keluarga Kerajaan Thailand, Wanita Ini Dihukum Lebih dari 43 Tahun

Dituduh Hina Keluarga Kerajaan Thailand, Wanita Ini Dihukum Lebih dari 43 Tahun

Global
PM Inggris Boris Johnson Disebut Sering Tidur Siang, Downing Street Membantah

PM Inggris Boris Johnson Disebut Sering Tidur Siang, Downing Street Membantah

Global
Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Global
Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Global
Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Global
Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Global
Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Global
200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

Global
Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Global
Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Global
Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Global
komentar
Close Ads X