Studi Sebut Covid-19 Sudah Ada di Italia sejak September 2019, China: Bukti Kami Tak Bersalah

Kompas.com - 20/11/2020, 07:12 WIB
Staf medis mengenakan pakaian pelindung berada di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Cremone, utara Italia, dalam video yang ditayangkan 5 Maret 2020. Italia saat ini menerapkan karantina dikarenakan merebaknya virus corona. REUTERS/LA7 PIAZZAPULITAStaf medis mengenakan pakaian pelindung berada di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Cremone, utara Italia, dalam video yang ditayangkan 5 Maret 2020. Italia saat ini menerapkan karantina dikarenakan merebaknya virus corona.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China memberikan respons atas studi yang menyebutkan Covid-19 diduga sudah ada di Italia sejak September 2019.

Penelitian yang dibuat Institut Kanker Italia mengulas bagaimana virus itu sudah ada di "Negeri Pizza", jauh sebelum kasus pertama terjadi di Wuhan pada Desember 2019.

Jika data ini benar, maka temuan itu bakal mengubah sejarah pandemi dan kembali memunculkan diskusi mengenai asal usul virus corona.

Baca juga: Studi Sebut Covid-19 Diduga Muncul di Italia sejak September 2019

Penelitian itu berbasis pada analisis sampel darah dari 959 orang, diambil saat pemindaian kanker paru-paru antara September 2019 sampai Maret 2020.

Dari 959 sampel, 11 persen di antaranya, atau 111 orang, ternyata mempunyai antibodi yang spesifik terhadap virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.

Mereka yang punya antibodi itu termasuk orang tak bergejala dan tidak menunjukkan gejala yang umum terjadi pada pasien Covid-19.

Sekitar 23 sampel positif itu setelah ditelusuri ditemukan pada September 2019, di mana diduga virus itu sudah berdiam di Italia enam bulan sebelum kasus pertama terkonfirmasi.

Studi itu tak pelak kembali menjadi sorotan. Sebab, selama ini ilmuwan yakin virus corona dimulai dari kota China bernama Wuhan pada Desemner 2019.

Adapun Italia melaporkan kasus pertama corona pada 21 Februari di Codogno, sebuah kota yang berlokasi dekat Milan di Region Lombardy.

Baca juga: Virus Corona, Dokter Italia Temukan Pneumonia Aneh sejak November 2019

"Studi ini menjadi bukti bahwa China tidak bersalah dalam penyebaran wabah mematikan ini," ujar juru bicara luar negeri Zhao Lijian.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Wanita Sosialita Depresi Telanjang Bunuh Diri | Dugaan Penyabab Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC Kecelakaan

[POPULER GLOBAL] Wanita Sosialita Depresi Telanjang Bunuh Diri | Dugaan Penyabab Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC Kecelakaan

Global
Apakah Pasien Pulih Covid-19 Berpotensi Terinfeksi Ulang?

Apakah Pasien Pulih Covid-19 Berpotensi Terinfeksi Ulang?

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Park Geun-hye, Kisah Tragis Putri Diktator Negeri Ginseng

[Biografi Tokoh Dunia] Park Geun-hye, Kisah Tragis Putri Diktator Negeri Ginseng

Global
China Mulai Geser AS sebagai Pemasok Energi Nuklir Terbesar di Dunia

China Mulai Geser AS sebagai Pemasok Energi Nuklir Terbesar di Dunia

Global
Profesor MIT Ditangkap karena Tidak Laporkan Relasi dengan China

Profesor MIT Ditangkap karena Tidak Laporkan Relasi dengan China

Global
Rakyat Palestina Demo Tolak Permukiman Israel, 15 Orang Luka-luka

Rakyat Palestina Demo Tolak Permukiman Israel, 15 Orang Luka-luka

Global
'Krakatau' Masih Belum Mau Kawin dengan 'Madonna' Pacar Barunya

"Krakatau" Masih Belum Mau Kawin dengan "Madonna" Pacar Barunya

Global
Gadis Sosialita Bunuh Diri Telanjang Sambil Dekap Bayinya, Depresi Dihamili tapi Tidak Dinikahi

Gadis Sosialita Bunuh Diri Telanjang Sambil Dekap Bayinya, Depresi Dihamili tapi Tidak Dinikahi

Global
Gelang Kaki Merpati yang Terbang Lintas Samudra Pasifik Palsu, Suntik Mati Ditangguhkan

Gelang Kaki Merpati yang Terbang Lintas Samudra Pasifik Palsu, Suntik Mati Ditangguhkan

Global
AS Pangkas Kehadiran Tentara di Afghanistan dan Irak, Tersisa 2.500 Personel

AS Pangkas Kehadiran Tentara di Afghanistan dan Irak, Tersisa 2.500 Personel

Global
Erdogan Tak Terima Dikeluarkan AS dari Program Jet F-35 Setelah Beli Rudal Rusia

Erdogan Tak Terima Dikeluarkan AS dari Program Jet F-35 Setelah Beli Rudal Rusia

Global
FBI Berhasil Identifikasi 200 Lebih Orang yang Berencana Mengacaukan Pelantikan Biden

FBI Berhasil Identifikasi 200 Lebih Orang yang Berencana Mengacaukan Pelantikan Biden

Global
Kabinet PM Belanda Mark Rutte Mundur akibat Salah Urus Subsidi Anak

Kabinet PM Belanda Mark Rutte Mundur akibat Salah Urus Subsidi Anak

Global
Tradisi Lempar Bubuk Rempah Bagi yang Berusia 25 Tahun dan Lajang di Denmark, Seperti Apa?

Tradisi Lempar Bubuk Rempah Bagi yang Berusia 25 Tahun dan Lajang di Denmark, Seperti Apa?

Global
Yunani-Arab Saudi Gelar Latihan Militer Gabungan, Turki Khawatir

Yunani-Arab Saudi Gelar Latihan Militer Gabungan, Turki Khawatir

Global
komentar
Close Ads X