Belum juga Respons Kemenangan Biden, Pakar: Kim Jong Un Kecewa Berat Trump Kalah Pilpres AS

Kompas.com - 15/11/2020, 14:54 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi latihan artileri jarak jauh di lokasi yang tak diketahui, dalam rilis foto dari kantor berita KCNA pada 2 Maret 2020. KCNA via REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi latihan artileri jarak jauh di lokasi yang tak diketahui, dalam rilis foto dari kantor berita KCNA pada 2 Maret 2020.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara diperkirakan kecewa Donald Trump tidak memenangkan pilpres AS, karena hingga saat ini negara komunis itu masih belum merespons kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih AS.

Menurut para analis, sangat tidak mungkin presiden terpilih Joe Biden menjadi kandidat pilihan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Presiden Donald Trump sangat unik di antara para pemimpin Amerika karena kesediaannya untuk secara pribadi terlibat dengan Kim, memberinya rasa legitimasi di panggung dunia.

"Saya pikir Korea Utara kecewa karena Trump tidak menang," kata Duta Besar Joseph Yun dan mantan perwakilan khusus AS untuk kebijakan Korea Utara di bawah Presiden Obama dan Trump.

Baca juga: Pertama Kalinya, Individu Korea Utara Miliki Akun Twitter

Seperti yang dilansir dari CNN pada Minggu (15/11/2020), Yun berucap lagi, "Bagi mereka, Trump adalah refleksi dari pencapaian besar, mereka memiliki 3 pertemuan puncak, pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Hubungan yang sangat tidak biasa itu digarisbawahi oleh surat-surat yang tak terhitung jumlahnya, yang digambarkan oleh Trump sebagai "surat cinta", yang dipertukarkan oleh kedua pria itu selama 4 tahun masa jabatan Trump.

Biden, di sisi lain, bersikap brutal dalam kritiknya terhadap keterlibatan Trump dengan Kim, yang menurut presiden terpilih itu melemahkan sanksi AS.

Biden menyebut Kim sebagai "preman" selama debat presiden terakhir dan sangat kritis terhadap Korea Utara selama kampanye presiden tahun ini.

Baca juga: Korea Utara Coba Mengatasi Rokok, Padahal Kim Jong Un Perokok Berat

Tidak jelas apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap pemerintahan Biden dengan Korea Utara.

Dia telah menguraikan prioritasnya untuk memasuki Gedung Putih dan hubungan AS-Korea Utara tidak ia singgung, juga tidak akan ada laporan tentang agenda pertemuan dalam waktu dekat dengan Korea Utara.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X