Mantan Tahanan Korea Utara Kisahkan Diinjak Tangannya jika Bergerak di Penjara

Kompas.com - 20/10/2020, 20:11 WIB
Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara tampak menghadiri peringatan kematian kakeknya, Kim Il Sung di Istana Kumsusan. Rodong Sinmun via NK NewsKim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara tampak menghadiri peringatan kematian kakeknya, Kim Il Sung di Istana Kumsusan.

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang mantan tahanan di Korea Utara mengisahkan nagaimana tangannya diinjak oleh penjaga jika bergerak selama di penjara.

Pernyataan itu merupakan satu dari rangkaian penyiksaan, pelecehan, dan pemaksaan di sistem hukum negara itu, yang menganggap manusia "tak lebih dari hewan".

Organisasi Human Rights Watch menyajikan laporan, di mana mereka mewawancarai baik eks narapidana maupun polisi guna menunjukkan seperti apa kondisi peradilan di sana.

Baca juga: Diperkosa bareng Ibunya dan Makan Serangga, Gadis Pembelot Korut Ungkap Masa Kecilnya

Rata-rata yang diwawancara mengungkapkan, menyiksa tahanan, dengan tongkat atau menendang, merupakan hal lazim di penahanan prasidang.

Mantan polisi yang diwawancara mengatakan, sebenarnya regulasi di Korea Utara melarang mereka untuk melakukan penyiksaan terhadap terduga pelaku.

"Namun kami ingin pengakuan selama investigasi tahap awal. Jadi, kami harus menyiksa mereka guna mendapatkan pengakuan," ujar dia.

Adapun eks narapidana mengisahkan bagaimana mereka harus duduk di lantai atau berlutut dengan kaki tersilang selama 16 jam.

Dilansir Daily Mail Senin (19/10/2020), si mantan napi mengutarakan para penjaga bakal memberikan hukuman jika mereka sampai bergerak.

Hukuman itu bisa berupa siksaan, seperti dipukul menggunakan tangan, tongkat, maupun sabuk kulit, hingga dipaksa berkeliling lapangan sebanyak 1.000 kali.

Baca juga: Gagal Kabur dari Korut, Para Pembelot Wanita Diperkosa dan Diaborsi

Hukuman pedih lainnya diceritakan oleh Park Ji Cheol, eks narapidana yang saat itu dihukum karena ada yang bergerak di penjara mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X