Vaksin Covid-19 Sputnik V Buatan Rusia Akan Diuji Coba di India

Kompas.com - 19/10/2020, 18:23 WIB
Seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERSSeorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Uji coba tahap akhir vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, akan digelar di India, menurut konfirmasi sumber resmi dari badan pengawas obat negara itu, Drugs Controller General of India (DCGI), pada Sabtu (17/10/2020).

Uji coba itu meliputi uji coba klinis adaptif tahap 2 dan 3 pada manusia yang melibatkan sekitar 1.500 partisipan.

"Raksasa farmasi Dr Reddy's Laboratories India dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah mengantongi persetujuan dari DCGI untuk melaksanakan uji coba klinis tahap 2 dan 3 vaksin Sputnik V pada manusia serta studi acak terkendali, yang akan mencakup studi keamanan dan imunogenisitas," papar sebuah pernyataan bersama.

Baca juga: Kasus Covid-19 India Capai 7 Juta, Menkes Peringatkan Jangan Ceroboh

Rusia kabarnya akan melakukan uji coba tahap 3 Sputnik V di beberapa negara lainnya, termasuk Belarus, Venezuela, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Uji coba di India sendiri akan dilakukan bersama oleh Dr Reddy's Laboratories dan RDIF. RDIF akan memasok 100 juta dosis vaksin Sputnik V ke Dr Reddy's Laboratories.

Dr Reddy's Laboratories merupakan sebuah perusahaan farmasi multinasional India yang terletak di Hyderabad, ibu kota Negara Bagian Telangana, India selatan.

Baca juga: Temuan Baru, 24 Universitas di India Dinyatakan Palsu

Sejumlah laporan media India yang mengutip pernyataan Direktur Eksekutif Institut Serum India (Serum Institute/SII) Dr Suresh Jadhav menyebutkan bahwa 200-300 juta dosis vaksin Covid-19 akan siap pada akhir Desember nanti, dan bahwa vaksin yang telah menjalani uji coba tahap akhir akan tersedia pada Maret 2021 mendatang.

"Jadi, setelah izin diberikan oleh DCGI, produk ini dapat diluncurkan," ungkap Dr Jadhav.
Diungkapkan Dr Jadhav, SII saat ini sedang mengerjakan lima produk berbeda untuk memerangi pandemi virus corona.

Dalam perkembangan terkait, Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari yang sama meninjau situasi pandemi Covid-19 di negaranya dan juga kesiapan pengiriman, distribusi, serta pemberian vaksin.

Baca juga: Percaya Ritual Mandi Lumpur Cegah Virus Corona, Politisi India Positif Covid-19

Sebanyak tiga vaksin Covid-19 sedang dalam tahap pengembangan lanjutan di India, dengan dua di antaranya berada di Tahap II dan satu lainnya di Tahap III, menurut sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pemerintah federal.

Tim ilmuwan dan peneliti India juga melakukan kolaborasi dan memperkuat kapasitas riset dengan negara-negara tetangga.

Modi mengatakan India tidak boleh membatasi upayanya hanya dengan negara-negara terdekat, namun juga menjangkau seluruh dunia dalam pemberian vaksin, obat-obatan, maupun platform lain untuk sistem pengiriman vaksin.

Baca juga: Perbedaan PM India Narendra Modi dan Trump di Tengah Dampak Krisis Virus Corona


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

Global
komentar
Close Ads X