Demo Thailand Mirip Demo Hong Kong, Ini 5 Kesamaannya

Kompas.com - 19/10/2020, 17:26 WIB
Massa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media. AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAMassa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media.

BANGKOK, KOMPAS.com - Demonstrasi di Thailand mirip dengan yang terjadi di Hong Kong.

Jalanan dipenuhi pengunjuk rasa yang berani menentang kekuasaan elite politik yang sudah mengakar dan membicarakan topik yang dulunya tabu, untuk menuntut kebebasan yang lebih luas.

Voranai Vanijaka analis politik di Universitas Thammasar Bangkok mengatakan, para anak muda yang paham teknologi di kedua wilayah itu memiliki "nilai budaya yang sama".

Baca juga: Pemerintah Thailand Akan Investigasi Media, Aksi Pindah ke Telegram

"(Ini) cinta untuk kebebasan dan keberanian memperjuangkan perubahan," katanya kepada AFP.

Berikut adalah lima persamaan demo Thailand dan demo Hong Kong.

1. Targetnya orang-orang berkuasa

Kedua gerakan ini sama-sama dimotivasi oleh ketidaksetaraan dan demokrasi, lalu sama-sama menghadapi musuh besar yang enggan melakukan perubahan.

Bagi demonstran Hong Kong lawannya adalah Partai Komunis China, yang meningkatkan kendali atas kota semi-otonom itu.

Beijing menolak permintaan demokrasi yang lebih luas, lalu untuk menanggapinya mereka menerapkan UU Keamanan Nasional, yang sementara ini dapat meredam perbedaan pendapat massal.

Baca juga: UU Keamanan Nasional Beraksi Lagi, Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap

Sementara itu di Thailand lawannya adalah kerajaan, yang didukung militer kuat dan rawan kudeta, tapi menduduki puncak piramida politik.

Saat ini belum diketahui bagaimana istana akan bereaksi terhadap protes Thailand, tetapi di pergolakan sebelumnya mereka memainkan peran penting dalam menentukan hasilnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembelot Korea Utara Lompati Pagar Setinggi 3,6 Meter untuk Kabur ke Negara Ini

Pembelot Korea Utara Lompati Pagar Setinggi 3,6 Meter untuk Kabur ke Negara Ini

Global
Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Trump Serukan Masyarakat AS Berkumpul Selama Liburan Thanksgiving

Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Trump Serukan Masyarakat AS Berkumpul Selama Liburan Thanksgiving

Global
'La glottophobie', Diskriminasi Berdasarkan Aksen Akan Dilarang dalam UU Perancis

"La glottophobie", Diskriminasi Berdasarkan Aksen Akan Dilarang dalam UU Perancis

Global
China Pasang Ratusan Juta CCTV, Bagaimana Cara Warganya Menghindari Kamera Pengawas Itu?

China Pasang Ratusan Juta CCTV, Bagaimana Cara Warganya Menghindari Kamera Pengawas Itu?

Global
PM Etiopia Perintahkan Serangan Terakhir untuk Menggempur Ibu Kota Tigray

PM Etiopia Perintahkan Serangan Terakhir untuk Menggempur Ibu Kota Tigray

Global
[VIDEO] Dokter AS Simulasikan Apa yang Dilihat Pasien Covid-19 Saat Sekarat

[VIDEO] Dokter AS Simulasikan Apa yang Dilihat Pasien Covid-19 Saat Sekarat

Global
Mantan PM Sudan Sadiq Al-Mahdi Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Mantan PM Sudan Sadiq Al-Mahdi Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Global
Dalang Pelecehan Seksual Chatroom Berbayar di Korea Selatan Dihukum 40 Tahun Penjara

Dalang Pelecehan Seksual Chatroom Berbayar di Korea Selatan Dihukum 40 Tahun Penjara

Global
Biden Berseru untuk Serius Perang Lawan Covid-19, Bukan 'Satu Sama Lain'

Biden Berseru untuk Serius Perang Lawan Covid-19, Bukan "Satu Sama Lain"

Global
Di Argentina Ada Agama yang Didirikan Khusus untuk Memuja Diego Maradona

Di Argentina Ada Agama yang Didirikan Khusus untuk Memuja Diego Maradona

Global
Foto Seksual Sineenat Selir Raja Thailand Bocor ke Publik

Foto Seksual Sineenat Selir Raja Thailand Bocor ke Publik

Global
Thanksgiving, Biden Sarankan Warga AS Tahan Diri untuk Tidak Berkumpul dalam Acara Besar

Thanksgiving, Biden Sarankan Warga AS Tahan Diri untuk Tidak Berkumpul dalam Acara Besar

Global
Trump Ampuni Michael Flynn yang Berbohong kepada FBI tentang Rusia

Trump Ampuni Michael Flynn yang Berbohong kepada FBI tentang Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Global
Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Global
komentar
Close Ads X