Perbedaan PM India Narendra Modi dan Trump di Tengah Dampak Krisis Virus Corona

Kompas.com - 17/09/2020, 21:53 WIB
Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi sebelum pertemuan di Hyderabad House di New Delhi, India, Selasa (25/2/2020). ADNAN ABIDIPresiden AS Donald Trump bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi sebelum pertemuan di Hyderabad House di New Delhi, India, Selasa (25/2/2020).

NEW DELHI, KOMPAS.com - India tengah dalam krisis, dengan kondisi ekonominya hancur saat jutaan pekerjaan ambruk, dan sistem perawatan kesehatan yang rapuh telah mati-matian berupaya tangani pandemi Covid-19.

Ada lebih dari 5 juta kasus terkonfirmasi terinfeksi virus corona, India berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat (AS).

Namun, Narendra Modi, orang nomor satu India sepertinya tidak terlalu mendapat hantaman kritikan yang berarti atas krisis yang terjadi.

Jauh berbeda dengan yang terjadi pada para pemimpin populis negara lainnya, yang mendapatkan tensi tinggi secara politis terkait penangan pandemi virus corona, seperti, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Modi terpilih kembali menjadi Perdana Menteri pada tahun lalu, di periode kedua masa jabatan ia mendapatkan mandat untuk mendorong agenda nasionalis Hindu, di mana 80 persen populasinya beragama Hindu.

Melansir CNN pada Kamis (17/9/2020), Asim Ali, seorang peneliti di lembaga Center for Policy Research yang berbasis di Delhi, mengungkapkan perbedaan Modi dengan pemimpin negara lainnya di tengah rakyat yang menghadapi krisis di dalam negari.

Ali mengatakan bahwa Modi itu dipandang sebagai "mesias nasional" yang mengerjakan agenda besar untuk membentuk kembali bangsa India, dan tidak bertanggung jawab untuk urusan pemerintahan sehari-hari.

Menurutnya, itulah yang menjadi kegagalan pemerintah India hari ini.

"Modi telah mempertaruhkan perannya, yang tidak hanya sebagai pemimpin politik India, tetapi juga pemimpin sosial, moral dan spiritual, yang mengacu pada Mahatma Gandhi," kata Ali.

Selama setahun terakhir, Modi terus membuat kemajuan dalam kebijakan nasionalis Hindu, dari mencabut otonomi Jammu dan Kashmir, satu-satunya negara bagian mayoritas Muslim di India.

Baca juga: Ribuan Peziarah Yahudi Tertahan Tak Bisa Masuk Ukraina karena Virus Corona

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X