Kim Jong Un Menyesal 50 Tahun Rumah Masyarakat Rusak

Kompas.com - 14/10/2020, 14:16 WIB
Dalam foto yang diambil pada 5 September 2020 dan dirilis oleh kantor berita Korea Utara KCNA pada 6 September 2020, nampak Kim Jong Un mengunjungi area yang terdampak Topan Maysak di Provinsi Hamgyong Selatan. AFP/KCNA VIA KNS/STRDalam foto yang diambil pada 5 September 2020 dan dirilis oleh kantor berita Korea Utara KCNA pada 6 September 2020, nampak Kim Jong Un mengunjungi area yang terdampak Topan Maysak di Provinsi Hamgyong Selatan.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji untuk membantu memulihkan daerah yang dilanda bencana topan dan membangun setidaknya 25.000 rumah selama 5 tahun ke depan, kata media pemerintah, KCNA, pada Rabu (14/10/2020).

Kim mengunjungi salah satu daerah yang paling parah terdampak topan dan menyatakan penyesalannya, karena sudah lebih dari 50 tahun masyarakat yang tinggal di sana mengalami kerusakan rumah.

Baca juga: Korea Utara Miliki Universitas Baru, Dinamakan Kim Jong Un

Kemudian, Kim mendesak militer untuk memulai rencana konstruksi yang lebih ambisius, kata KCNA.

Melansir Reuters pada Rabu (14/10/2020), kunjungan itu dilakukan setelah Kim tampak meneteskan air mata pada perayaan 75 tahun bedirinya Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyogyang pada Sabtu (10/10/2020).

Baca juga: Saat Kim Jong Un Menangis, Warga Korea Utara Ikut Menitikkan Air Mata

Dalam perayaan tersebut, dia berterima kasih kepada warga atas pengorbanan mereka, dalam demonstrasi yang paling mencolok tentang bagaimana dia mengandalkan persona "setiap warganya" untuk mengatasi krisis negaranya yang semakin dalam.

Menurut laporan media pemerintah, militer Korea Utara telah mencapai tingkat konstruksi 60 persen untuk sedikitnya 2.300 rumah di daerah Komdok di provinsi Hamgyong Selatan, timur laut ibu kota, Pyongyang.

Baca juga: Kim Jong Un Terima Ucapan Selamat dari Pemimpin Partai Komunis Rusia

Kim mengatakan rumah baru sekarang hanya dibangun ketika yang lama diruntuhkan oleh bencana alam.

Ia menyerukan "revolusi" dalam rencana konstruksi, yang dimulai dengan rencana membangun 25.000 rumah selama 5 tahun yang akan diresmikan pada Januari.

Baca juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Joe Biden Akan Berjumpa dengan Kim Jong Un

Pekan lalu, Kim meminta negaranya untuk memulai "kerja cepat" selama 80 hari, untuk mencapai tujuan ekonomi sebelum kongres pada Januari, untuk memutuskan rencana 5 tahun yang baru.

Korea Utara mengalami tahun yang berat karena dampak tindakan anti-virus corona, sanksi internasional, dan beberapa topan yang melanda kota-kota.

Baca juga: Pamer Rudal Balistik Raksasa, Kim Jong Un Tantang Presiden AS?


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X