Setelah Dikecam, Trump Janjikan Kirim 150 Juta Rapid Test di Sejumlah Negara Bagian AS

Kompas.com - 29/09/2020, 08:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam pesan yang telah direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York. AP/UNTVPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam pesan yang telah direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump yang mendapatkan kecaman atas buruknya penangan pandemi Covid-19, mengumumkan pada Senin (28/9/2020), bahwa pihaknya akan mengirimkan 150 juta rapid test ke sejumlah negara bagian AS.

Bersamaan dengan itu Trump memperingatkan bahwa ada kemungkinan karena rapid test itu jumlah positif virus corona AS akan meningkat.

Di acara Rose Garden, Trump mengatakan rapid test tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk kebutuhan sekolah yang buka kembali dan pusat-pusat warga lanjut usia, menurut laporan yang dilansir dari Reuters pada Selasa (29/9/2020).

Dia telah menekan gubernur negara bagian untuk berbuat lebih banyak guna sekolah yang buka kembali untuk pembelajaran tatap muka.

Baca juga: Sebut Virus Corona Hoaks, Politikus Ini Meninggal karena Covid-19

Trump, Wakil Presiden Mike Pence dan penasihat virus Scott Atlas memperingatkan lebih banyak kasus positif dapat terjadi dari pengujian virus corona yang ditingkatkan.

"Dengan kasus dan kepositifan meningkat di 10 negara bagian di Midwest dan dekat daerah Barat, serta dengan kemajuan bersejarah dalam pengujian yang didistribusikan, rakyat Amerika harus mengantisipasi bahwa kasus akan meningkat di hari-hari mendatang," kata Pence.

Trump beberapa kali menyampaikan bahwa lebih banyak pengujian virus corona, mengarah ke lebih banyak jumlah kasus.

Padahal, pengujian sebenarnya mengungkap kasus-kasus yang sudah ada, tapi tidak diketahui.

Baca juga: Tak Percaya Trump, New York Akan Uji Sendiri Vaksin Corona

Masalah lain, seperti peningkatan rawat inap dan kematian tidak memiliki kaitan lebih lanjut dengan pengujian virus corona.

Amerika Serikat memiliki jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi tertinggi di dunia, dengan lebih dari 7 juta dan kematian terkait virus corona paling banyak, yaitu mendekati 205.000.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X