Xi Jinping: China dan Kuba Bersaudara Selamanya

Kompas.com - 28/09/2020, 08:20 WIB
Presiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York. AP/UNTVPresiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa dia sangat menghargai persahabatan unik antara China dengan Kuba.

Hal itu disampaikan Xi pada Senin (28/9/2020) sebagaimana dilansir dari portal resmi pemerintah Beijing China.org.

Xi menambahkan Negeri “Panda” siap untuk membantu menjadikan kedua negara sebagai teman yang baik, rekan yang baik dan, saudara yang baik selamanya.

Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China tersebut juga bertukar pesan ucapan selamat Sekretaris Utama Komite Sentral Partai Komunis Kuba (PCC), Raul Castro Ruz, dan Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel.

Baca juga: Kedubes Kuba di AS Diserang Pria Bersenjata, 30 Peluru Ditembakkan

Pertukaran pesan tersebut dalam rangka perayaan ulang tahun ke-60 hubungan diplomatik antara China dengan Kuba.

Sementara itu, Diaz-Canel menggambarkan hubungan diplomatik antara Kuba dan China sebagai aksi dasar atas keadilan yang bersejarah.

Melalui Twitter, Diaz-Canel mengenang bahwa Kuba adalah negara pertama di Amerika Selatan yang menjalin hubungan dengan Republik Rakyat China.

“Kami merasa terhormat atas persahabatan kami dengan China. Itu adalah ekspresi kemandirian kebijakan luar negeri kami,” tulis Diaz-Canel di akun Twitter-nya pada Minggu (27/9/2020).

Baca juga: Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Pada 28 September 1960, mendiang Fidel Castro, mengusulkan penghentian hubungan dengan Taiwan.

Hal itu dimaksudkan menjalin hubungan dengan Republik Rakyat China sebagaimana dilansir dari Prensa Latina.

Pasalnya, Mao Zedong dengan Partai Komunis-nya memenangkan perang saudara pada 1949.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X