Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Kompas.com - 27/09/2020, 17:56 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi latihan artileri jarak jauh di lokasi yang tak diketahui, dalam rilis foto dari kantor berita KCNA pada 2 Maret 2020. KCNA via REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi latihan artileri jarak jauh di lokasi yang tak diketahui, dalam rilis foto dari kantor berita KCNA pada 2 Maret 2020.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengatakan pada Minggu (27/9/2020) bahwa pihaknya sedang mencari jenazah seorang pejabat Korea Selatan yang tewas oleh pasukannya.

Kantor berita negara Korea Utara, KCNA, mengatakan pada Minggu bahwa pihak berwenang negara komunis itu sedang mempertimbangkan cara untuk menyerahkan jenazah tersebut ke Korea Selatan, jika ditemukan.

Melansir Al Jazeera pada Minggu (27/9/2020), laporan tersebut menyebut kasus pembunuhan pejabat Korea Selatan di perbatasan oleh tentaranya, sebagai "kasus mengerikan yang seharusnya tidak terjadi".

Baca juga: Korsel Cari Mayat Pejabat Mereka yang Dibunuh dan Dibakar, Begini Peringatan Korea Utara

Namun, Korea Utara memperingatkan bahwa operasi angkatan laut Korea Selatan di dekat lokasi insiden, yang telah menyeberang ke perairan Korea Utara, dapat meningkatkan ketegangan kedua negara berselisih itu.

"Kami mendesak pihak selatan untuk segera menghentikan intruksi yang melintasi garis demarkasi militer di laut barat yang dapat menyebabkan peningkatan ketegangan," kata KCNA.

Sementara, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan belum memberikan komentar atas tuduhan Korea Utara tersebut.

Baca juga: Korea Selatan Minta Korea Utara Selidiki Kasus Pembunuhan Pejabat di Perbatasan

Berdasarkan laporan, sejak Sabtu Korea Selatan telah memobilisasi 39 kapal, termasuk 16 kapal angkatan laut, dan enam pesawat untuk pencarian, dan dilanjutkan pada Minggu.

Operasi pencarian jenazah tersebut dilakukan Korea Selatan, meski pun ada keluhan dari pemerintah Korea Utara, kata kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Korea Utara memulai operasi pencariannya sendiri untuk menemukan jenazah itu, kata KCNA.

Baca juga: Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

"Kami juga mengambil langkah-langkah pengamanan yang lebih diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi insiden yang merusak hubungan kepercayaan dan rasa hormat antara (Korea) utara dan selatan yang akan terjadi, sesuai dengan maksud dari Pimpinan Tertinggi kami," tambah laporan itu, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Halaman:

Sumber Aljazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X